DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 19:42 WIB

Pakde Karwo Bicara Pentingnya Restorasi Pancasila di Acara NasDem

Jabbar Ramdhani - detikNews
Pakde Karwo Bicara Pentingnya Restorasi Pancasila di Acara NasDem Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo ikut hadir dalam pembukaan Konsolidasi Fraksi Partai NasDem se-Indonesia. Dalam kesempatannya menyampaikan sambutan, Soekarwo menyatakan mendukung dengan jargon "Restorasi Pancasila".

"Partai ini punya Ketua Umum seorang ideolog Pancasila. Kemarin acara di Bandung, dan salah satu pesan yang saya ingat adalah bagaimana menjaga Pancasila. Hampir tidak ada orang bicara Pancasila," kata Soekarwo di Pakuwon Imperial Ballroom, Kompleks Villa Bukit Regency Pakuwon Indah, Jalan Raya Lontar, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/3/2017).

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan soal pentingnya kesadaran Pancasila di tengah globalisasi yang dihadapi Indonesia. Menurutnya, Pancasila harus tetap dilestarikan karena pendiri bangsa sudah menggali nilai-nilainya dari kondisi kultural Indonesia.

Ia menambahkan, Indonesia dengan Pancasila sebagai landasan negara menjadi sangat khas. Ditambah dengan akar spiritualitas yang dimiliki oleh masyarakat, lanjutnya, hal ini belum tentu ditemui di negara lain.

"Pancasila yang sudah jadi konsensus politik harus kita rawat. Karena tidak ada satu konsep di dunia ini yang berawal dari kultural. Tidak ada negara sekalipun yang basis spiritualitasnya seperti di Indonesia dan khususnya di Jawa Timur," ujar Soekarwo.

Oleh karena itu, Soekarwo ingin agar NasDem terus melanjutkan jargon tersebut. Menurutnya, restorasi Pancasila memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

"Jadi pilihan NasDem yang ambil jalan tengah dari heterogen, adalah pilihan proses panjang. Indonesia adalah jalan tengah yang ditemukannya nilai spiritual dan kultural yang kemudian jadi restorasi. Saya pikir ini tepat. Bukan sekadar saya 'ngatok' konsep NasDem. Ini jalan paling tepat, harus dilanjutkan," tuturnya.

Untuk mendukung hal itu, Pakde Karwo mengatakan sistem hukum di Indonesia pun harus menjadi poros dan filsafat jalan hidup masyarakat. Dengan begitu, hukum dapat melindungi ideologi dari gerusan arus globalisasi.

"Hukum harus fasilitasi ideologi negara. Hukum harus melindungi yang kecil. Maka hukum jadi alat untuk menjaga Pancasila. Kalau hukum sudah dilakukan sebagai fungsi, maka posisi ini jadi sangat strategis," ujar Pakde Karwo.

"Jangan sampai ada ormas dibebaskan tanpa Pancasila yang dijadikan falsafah hidup. DPR harus ambil keputusan agar orang yang tidak berdasar pada Pancasila jangan sampai hidup lestari di Indonesia," sambungnya.

Ia mengatakan, saat ini kewenangan dari legislatif punya potensi untuk menciptakan tata aturan seperti itu. Dengan mendirikan supremasi hukum, diharapkan Pancasila dapat menjadi landasan demokrasi Indonesia.

"Kami setuju restorasi. Kalau dilakukan dalam konsep menjaga Pancasila dalam demokrasi, maka hukum yang kuatlah yang jaga demokrasi. Konsep restorasi adalah mengembalikan orang kita sebagai orang betulan. Bukan orang-orangan. Kepentingan dalam negeri adalah hal yang harus kita pentingkan," ucapnya.

Satu hal yang menurutnya tak boleh hilang adalah aspek dialog atau musyawarah. Menurutnya, hal itu jadi instrumen yang tak dapat lepas dari demokrasi Pancasila.

"Malam ini saya ingin bertemu dengan warga. Warga protes atas konflik taksi online dan taksi konvensional. Saya akan ajak makan dulu, setelah itu baru dialog. Karena kalau sudah makan, dialognya nggak jadi keras kan ya? Itulah dialog," tutur dia.
(jbr/bag)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed