"Tidak ada Munaslub di dalam internal Partai Golkar. Semua lagi konsentrasi menghadapi Pilkada 2018 dan menyongsong kemenangan Pileg dan Pilpres tahun 2019. Bahasanya menyongsong kemenangan. Tidak ada istilah (Munaslub-red) itu," kata Nusron saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/3/2017).
Terkait dengan kasus hukum Setya Novanto, Nusron menyerahkan kepada prinsip asas praduga tak bersalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Nusron menegaskan, partainya tetap berkomitmen untuk mendukung Jokowi sebagai presiden pada pilpres 2019.
"Jadi, tidak ada istilah Munaslub. Yang ada kita konsolidasi mempersiapkan, menyongsong kemenangan Pilkada tahun 2018 dan menyongsong kemenangan Pileg dan Pilpres Pak Jokowi 2019. Iya Pak Jokowi. Calon kita kan sudah Pak Jokowi," jelas Nusron.
(jor/fdn)











































