"Masalah di KJP sekarang ini adalah pendataan. Kami ke depan akan menggunakan basis data yang sudah ada BTT dan P2K, dan proses identifikasinya melalui jalur RT-RW," ujar Anies di Jalan Ampera Raya, Gang Sawo, RT 04 RW 10, Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).
Anies mengatakan pihaknya nanti tidak menggunakan guru untuk proses identifikasi dan pendataan warga yang berhak menerima KJP. RT-RW dipandang Anies lebih mengetahui kondisi warga yang sebenarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Anies-Sandi terpilih menjadi pemimpin Ibu Kota, KJP akan diberikan secara bertahap. Bahkan KJP ke depannya akan diberikan kepada seluruh anak usia sekolah.
"Sekarang diberikan kepada siswa-siswa yang berlatar belakang ekonomi lemah. Tetapi, ke depan, KJP itu bakal jadi seperti kartu pelajar. Setiap siswa akan memilikinya. Jadi KJP nanti dipakai untuk mereka mendapatkan manfaat-manfaat," jelas Anies.
"Bukan dengan pemberian tunai, tapi justru misalnya kita akan buat program bikin siswa berangkat dan pulang sekolah naik kendaraan umum gratis. Caranya menggunakan kartu. Begitu juga kalau belanja kebutuhan-kebutuhan menggunakan KJP sehingga dapat diskon, tapi itu akan kita kerjakan bertahap," sambung Anies. (nvl/imk)











































