Mobil Kepresidenan Jokowi Mogok, JK: Harus Ada yang Lebih Baik

Mobil Kepresidenan Jokowi Mogok, JK: Harus Ada yang Lebih Baik

Rina Atriana - detikNews
Senin, 20 Mar 2017 16:44 WIB
Mobil Kepresidenan Jokowi Mogok, JK: Harus Ada yang Lebih Baik
Mobil Jokowi saat mogok di Magetan. (Foto: dok. Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Mobil kepresidenan Presiden Joko Widodo mogok saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat karena ada masalah pada pengaturan gas. Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai memang harus ada mobil yang lebih baik.

"Tentu harus ada mobil yang lebih baik lagi. Memang ini sudah 10 tahun," ujar JK di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut JK, mobil kepresidenan memang harus kuat mesinnya. Selain itu, mobil harus diservis dengan baik.

"Tentu, pertama, harus servisnya. Mobil kepresidenan itu, pertama, dia berat, harus kuat mesinnya. Kedua, servisnya harus baik karena kilometernya tidak banyak. Jadi jalannya itu tidak banyak," tutur JK.

JK menceritakan mobil dinas yang ia gunakan pun tak dipakai untuk jarak yang jauh. Hanya dipakai dari rumah ke kantor dan sebaliknya.

"Kalau mobil saya ini ke rumah paling tinggi, ke kantor, terus-terus. Kecuali kalau ke luar daerah lain lagi," ujar JK.

Baca Juga: Mobil Kepresidenan Jokowi Sudah Beberapa Kali Mogok di Jalan

Mobil Mercedes-Benz S600 Guard yang ditunggangi Presiden Joko Widodo mogok saat melakukan kunjungan ke Kalimantan Barat. Ternyata kejadian mogok tersebut bukan pertama kalinya.

Mogoknya mobil kepresidenan yang ditumpangi Presiden Jokowi dan Ibu Negara terakhir kali terjadi pada Sabtu, 18 Maret 2017. Saat itu, Jokowi baru saja melanjutkan perjalanan setelah meresmikan PLTG Mempawah, Kalimantan Barat. Jokowi hendak menuju ke kawasan Kubu Raya untuk makan siang.

"Setelah menempuh perjalanan selama lebih-kurang 30 menit, mobilnya mogok karena ada masalah pada setting-an gas, sehingga kendaraan tidak bisa berjalan normal," jelas Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin kepada detikcom. (rna/bag)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads