"Terkait dengan penculikan, sampai saat ini di wilayah Banten belum ada peristiwa (penculikan) tersebut. Kalau pun ada yang dicurigai mungkin membuat masyarakat cemas, mencurigakan laporkan ke aparat terdekat," kata Listyo kepada wartawan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jl. Syekh Nawawi Albantani, Kota Serang, Senin (20/3/2017).
Kapolda meminta warga tidak mengambil tindakan berlebihan seperti pengeroyokan terkait isu penculikan anak. Sebab bisa saja orang yang dikeroyok bukan pelaku penculikan seperti kasus di Cilegon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi dipastikan Listyo akan menindak tegas provokator terkait dengan penganiayaan terhadap orang yang belum tentu pelaku dari penculikan anak. "Upaya memprovokasi itu akan kita cari," tuturnya.
Sebelumnya, pria tanpa identitas di Ciwandan, Cilegon tewas dikeroyok massa yang dikira sebagai penculik anak. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (18/3) pukul 21.30 WIB.
Saat itu, pria yang menggunakan pakaian compang-camping tengah berjalan di lokasi kejadian. Selain itu seorang perempuan di Tanggerang juga nyaris menjadi bulan-bulanan warga di Tanah Tinggi, Kota Tangerang karena dikira hendak menculik anak.
"Itu orang stres. Katanya dia mau nyari adiknya di Tanah Tinggi, karena stres dia lupa posisinya di mana," kata Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono, Minggu (19/3).
(bri/fdn)











































