DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 13:40 WIB

Adik Ipar Jokowi Bantah Bertemu Dirjen Pajak untuk Urusi PT EKP

Audrey Santoso - detikNews
Adik Ipar Jokowi Bantah Bertemu Dirjen Pajak untuk Urusi PT EKP Rajamohanan terdakwa kasus suap/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Adik ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi), Arif Budi Sulistyo, membantah bertemu dengan Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi khusus untuk mengurusi masalah pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP).

Dia menyebut pertemuannya dengan Ken hanya membahas masalah tax amnesty perusahaannya di Solo, yang terkendala.

"Sama Pak Dirjen disarankan kalau pengurusan tax amnesty saya, di Kota Solo saja lebih baik karena urusannya dengan kantor pajak di Solo Nanti urusan dokumennya (yang diperlukan untuk tax amnesty, red) akan didampingi Pak Handang," jelas Arif dalam sidang lanjutan terdakwa Ramapanicker Rajamohanan Nair (Mohan) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).

Saat bertemu Ken, Arif mengaku bersama temannya Rudi Prijambodo. Handang juga berada di ruangan Ken, namun hanya sebatas memperkenalkan.

"Ini Pak Arif dan Pak Rudi," ujar Arif menirukan kata-kata Handang.

Hakim anggota lalu bertanya soal pertemuan Arif dengan Handang di keadiamannya, Solo. Menurut Arif, Handang berkunjung ke rumahnya untuk mengecek dokumen perusahaan Arif, PT Rakabu Sejahtera.

"Pak Handang ke rumah saya, ke Solo untuk periksa dokumen tax amnesty perusahaan saya kurang lebih 10 menit, kemudian langsung dibawa ke kantor pajak Di Solo," ucap Arif.

Dalam surat dakwaan memang disebutkan pertemuan antara Ken dengan Arif yaitu pada 23 September 2016. Namun jaksa KPK tidak merinci apa isi pertemuan itu.

Kemudian pada 4 Oktober 2016, jaksa KPK dalam surat dakwaan menyebut Ken mengarahkan Haniv (Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus) untuk memerintahkan Jhonny Sirait (Kepala KPP PMA Enam) agar membatalkan Surat Pencabutan Pengukuhan PKP (Pengusaha Kena Pajak) PT EKP.

Terkait kasus itu, Presiden Jokowi menegaskan penegakan hukum yang adil terhadap siapa pun. Jokowi menegaskan menghormati penanganan hukum kasus dugaan suap yang menyeret nama adik iparnya

"Nggak benar ya diproses hukum saja. Kita semuanya menghormati proses hukum yang ada di KPK. Kita semua harus menghormati proses hukum yang ada di KPK. Saya yakin KPK bekerja sangat profesional dalam memproses semua kasus," kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka.
(aud/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed