Djarot tiba di lokasi sekitar pukul 12.10 WIB. Saat berjalan dan berkeliling, Djarot senang melihat permukiman warga yang bersih dan penuh pohon rindang. Djarot pun langsung disambut warga dan berjalan menuju area lahan kecil yang sangat rindang untuk berdialog dengan warga.
"Saya sudah 2 kali ke sini, pertama tahun 2015 lalu, ketika hujan terus-menerus banjir, dan ini dulu bekas tempat pembuangan sampah dan bersama-sama Pak Haji Royani. Saya kaget sekarang jadi hutan seperti ini, rindang, bagus," kata Djarot kepada warga di lokasi, Senin (20/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot blusukan di Pasar Minggu di pinggir Kali Ciliwung. (Nathania Riris Michicco/detikcom) |
Djarot pun memuji warga yang menjaga kebersihan daerah tersebut. Di area tersebut terdapat lahan milik PDAM. Djarot berencana membuat ruang terbuka bagi publik di lahan terbuka milik PDAM tersebut.
"Saya sudah minta PDAM untuk dukung ruang terbuka disiapkan, untuk tempat pendidikan, TK, PAUD, dan lainnya menyatu di sini," jelas Djarot.
Warga pun bertepuk tangan mendengar pernyataan tersebut. Djarot mengaku sangat senang melihat perubahan kondisi daerah yang rawan banjir tersebut. Dia meminta warga tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan di permukiman tersebut.
"Saya minta tolong, sampah, ada sampah rumah tangga, ada sampah macam-macam dari rumah-rumah penduduk diolah. Rumah-rumah di pinggir sungai yang buang air cuci itu ke sini nanti diolah," pinta Djarot.
Dia juga berjanji akan membedah rumah-rumah kumuh dan tidak layak huni bagi warga sekitar Kali Ciliwung.
"Ini kita bedah, tidak boleh warga kita tinggal di rumah kumuh, tidak layak huni, jadi kita harus bantu. Kalau masih ada yang begitu, tolong kasihkan (berikan) pada kita. Mereka yang perlu dibantu dibedah beri tahu kita," tambahnya.
Dia berjanji akan membangun banyak rumah bagi warga yang belum memiliki rumah layak huni. Warga kembali bertepuk tangan mendengar hal itu. (nth/imk)











































Djarot blusukan di Pasar Minggu di pinggir Kali Ciliwung. (Nathania Riris Michicco/detikcom)