DetikNews
Senin 20 Maret 2017, 13:03 WIB

Eks Hakim Agung Adi Andojo Buka Kolusi di MA, Pukat UGM: Sangat Akut

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Eks Hakim Agung Adi Andojo Buka Kolusi di MA, Pukat UGM: Sangat Akut Oce Madril (ari/detikom)
FOKUS BERITA: Memoar Adi Andojo
Jakarta - Akademisi Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (FH UGM) Oce Madril belum melihat ada perubahan signifikan dari dari pembenahan birokrasi Mahkamah Agung (MA). Hal ini berkaca dari kisah mantan hakim agung Adi Andojo di dalam buku "Menjadi Hakim yang Agung".

"Kita memahami ada persoalan di MA, peradilan yang sangat akut. Mestinya kita melakukan berbagai peninjauan, cuma dengan cerita Pak Adi di seeting Orde Baru dengan sekarang. Kita melihat belum ada perubahan signifikan," ujar Oce dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (20/3/2017).

Oce mengatakan ada banyak kasus korupsi yang terjadi di lingkungan peradilan termasuk di MA. Bahkan tanpa dilakukan penelitian, masyarakat bisa melihat langsung secara berulang kasus itu terus terjadi.

"Dan itu dilakukan oleh pejabat-pejabat di MA. Kalau kita bicara situasi ini ketika masa lalu, 'masa kegelapan' barangkali kita akan memaklumi begitu, karena dulu memang tidak transparan, tidak akuntabel. Dulu itu suasananya sangat koruptif, tapi seharusnya sekarang MA harus bisa lebih berubah wajahnya, tetapi yang terjadi, ada yang ditangkap KPK, tidak satu ya, tapi berulang ya. Kemudian sampai pada titik jabatan paling tinggi, seketaris MA yang diduga kuat terkait," papar Oce yang juga penggiat antikorupsi Pukat UGM.

Oce menuturkan dengan rentetan fakta seperti itu dan keluar masuknya hakim ke gedung KPK, hal ini sudah membuktikan kalau MA belum melakukan perubahan terhadap dirinya.

"Kemudian dalam beberapa kasus, kalau kita ikuti pemberitaan banyak juga hakim agung yang dipanggil KPK yang diduga pernah terlibat di dalam kasus, walaupun belum tersangka tapi pernah diduga disebut-sebut beberapa kasus. Fakta ini yang membuat saya mengatakan perubahan terjadi di MA belum cukup signifikan," pungkas Oce.
Eks Hakim Andojo Buka Kolusi di MA, Pukat UGM: Sangat Akut

Kisah eks hakim agung Adi Andojo yang membongkar kolusi sengketa Gandhi di Memorial School di MA terungkap di dalam buku "Menjadi Hakim yang Agung". Sebagai Ketua Muda MA bidang Pidana Umum pada 1995, Adi membuka skandal kolusi antara hakim agung, pengacara dan terdakwa.

Hal ini terjadi, sebelum KPK mengobok-obok lembaga peradilan dan menemukan berbagai temuan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Langkahnya membongkar pratik Kolusi ini membuat geger para pihak. Adi dilarang berbicara ke wartawan dan di berbagai kesempatan di ruang publik seperti seminar. Tidak hanya itu, Adi tidak lagi diikutkan Rapat Pimpinan MA, padahal ia adalah Ketua Muda MA bidang Pidana Umum. Kewenangan Adi sebagai Ketua Muda MA juga dilucuti yaitu tidak lagi boleh membagi perkara.

Puncaknya, Ketua MA Soerjono menyurati Presiden Soeharto pada 25 Juni 1996. Ketua MA Soerjono meminta pemberhentian Adi dengan alasan melakukan tindakan indisipliner. Alasannya, Adi telah mengungkapkan keburukan MA kepada pihak luar, termasuk kepada pers asing.

Surat Ketua MA ke Presiden Soeharto itu membuat rakyat marah. Mereka melakukan aksi di berbagai tempat. Akhirnya, Presiden Soeharto mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Nomo 19/PENS.TAHUN 1997 tertanggal 4 April 1997 yang menegaskan Adi pensiun secara normal.

"Saya pensiiun terhitung 1 Mei 1997 karena pada 11 April 1997 saya berusia 65 tahun," tutur Adi yang menghabiskan masa kecilnya di Banyumas.
(edo/asp)
FOKUS BERITA: Memoar Adi Andojo
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed