Dalam dua pekan pertama, Ahok lebih sering melakukan kegiatan bertemu dengan masyarakat tanpa peliputan awak media. Dia kerap memiliki agenda internal yang tidak dipublikasikan.
Media sosial menjadi sarana kampanye yang makin intens digunakan oleh Ahok. Beberapa di antaranya lewat video dan 'Ahok Show', talkshow yang dipandu Ahok di akun media sosialnya dengan tujuan menyasar generasi milenial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot bertemu dengan pedagang warteg. (Cici Marlina Rahayu/detikcom) |
Di sisi lain, Djarot makin rutin bertemu dengan warga, baik ke pasar maupun menemui warga yang sakit. Saat bertemu dengan warga sakit, Djarot juga mensosialisasi Kartu Jakarta Lansia, yang rencananya diluncurkan ketika Ahok-Djarot aktif lagi.
Djarot mengaku sebagai pencetus ide agar Ahok berkampanye senyap saja. Dengan demikian, Ahok bisa berinteraksi lebih leluasa dengan warga. Menurutnya, media kampanye juga banyak, tidak melulu dengan blusukan.
Djarot ke pasar. (Nathania Riris Michicco/detikcom) |
Kini, aksi blusukan Djarot lebih mendapat sorotan. Bagi Djarot, strateginya agar lebih terkenal itu demi menunjang suara keduanya di putaran kedua Pilgub DKI.
"Kalian kan tidak mungkin mengikuti agenda saya terus, sekarang Pak Ahok tidak di-publish, kenapa, karena dia sudah terkenal. Yang belum terkenal kan Djarot. Nah, biar saya terkenal untuk menambah suaranya Pak Ahok," kata Djarot di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).
Djarot menjenguk warga yang sakit. (Cici Marlina Rahayu/detikcom) |
Upaya Djarot agar lebih terkenal bukan cuma lewat blusukan di tengah warga, tapi juga lewat media sosial. Mantan Wali Kota Blitar ini juga lebih aktif di media sosial, terutama Instagram, meski dulu mengaku enggan aktif di media sosial.
Lewat akun @djarotsaifulhidayat, yang sudah terverifikasi, Djarot sering mempublikasikan kegiatannya. Posting terbarunya adalah aksinya saat pertandingan basket melawan Ahok. (imk/erd)












































Djarot bertemu dengan pedagang warteg. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Djarot ke pasar. (Nathania Riris Michicco/detikcom)
Djarot menjenguk warga yang sakit. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)