"Ini sudah dari lahir (hidrosefalus). Kalau kondisinya alhamdulillah fisik sehat. Kalau sakit kambuh paling kejang-kejang," kata Amelia di kediamannya, Ciruas, Serang, Senin (20/3/2017).
Amelia, yang merupakan warga pendatang, sehari-hari menjual gorengan di depan salah satu perumahan di Ciruas. Keluarga mengalami kesulitan dana untuk membiayai pengobatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Bahtiar Rifai/detikcom |
Menurutnya, Ilham beberapa kali pernah dibawa ke rumah sakit di Serang. Namun, karena BPJS yang dimiliki berasal dari Sumedang, anaknya pernah ditolak pihak rumah sakit.
"Sudah ke rumah sakit. Kalau kendala kadang BPJS nggak bisa digunain (di Serang), kadang dibilang penuh," ujarnya.
Dia pernah berobat menggunakan fasilitas umum dan menggunakan biaya sendiri. Suatu kali, karena fasilitas BPJS ditolak, anaknya ditempatkan di ruang VIP dan menggunakan biaya sendiri.
Foto: Bahtiar Rifai/detikcom |
Seingat Amel, terakhir kali Ilham kontrol ke rumah sakit sekitar 6 bulan lalu. Itu dilakukan saat sang anak mengalami kejang-kejang dan dibawa ke rumah sakit terdekat di Ciruas. Saat itu, dia dibantu dokter setempat dan mendapatkan keringanan.
Dokter mengatakan hidrosefalus yang diderita Ilham harus mendapat penanganan medis yang cepat. Apalagi diameter ukuran kepala si anak, setahu Amel, sudah mencapai 80 cm.
"Mudah-mudahan ada yang nolongin. Karena saya mah kurang biaya. Pengen cepet-cepet sembuh gitu," sambungnya. (bri/fdn)











































Foto: Bahtiar Rifai/detikcom
Foto: Bahtiar Rifai/detikcom