"Rapat pimpinan DPR beberapa agenda-agenda yang akan memang belum terselesaikan. Kita selesaikan semuanya, di antaranya surat-surat yang masuk dan masalah-masalah yang perlu diselesaikan di dalam Bamus yang sebelumnya," ungkap Ketua DPR Setya Novanto.
Hal tersebut disampaikan Novanto di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/3/2017). Novanto memastikan salah satu yang dibahas dalam rapim pengganti Bamus adalah RUU MD3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinasi antara pimpinan fraksi dan program-program, menurut Novanto, diperlukan. Dengan demikian, masalah tugas DPR dapat berjalan dengan baik.
"Ini harus kita jalankan, baik masalah legislasi menyangkut anggaran dan pengawasan, itu yang harus kita selesaikan dengan sematang-matangnya," kata Novanto.
Sebelumnya, surat Presiden (Supres) soal RUU MD3 dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR, Rabu (15/3) lalu. Surat ini sebenarnya sudah lama dinanti karena isu soal revisi UU MD3 sudah bergulir sejak akhir tahun lalu.
Revisi UU MD3 sendiri dimaksudkan untuk mengubah pasal agar pimpinan DPR/MPR bertambah. Penambahan pimpinan Dewan dimaksudkan untuk mengakomodir Fraksi PDIP sebagai pemenang pemilu. (elz/imk)











































