DetikNews
2017/03/19 15:54:49 WIB

Masih Adakah Teman-teman Macan Lucu Cisewu?

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 4
Masih Adakah Teman-teman Macan Lucu Cisewu? Foto: internet
Jakarta - Patung harimau di Koramil 1123 Cisewu, Garut, Jawa Barat, menjadi viral seantero negeri, bahkan ke mancanegara. Soalnya patung itu berwajah jenaka, potretnya tersebar di jejaring dunia maya dan mengundang pesona. Kini macan lucu, begitu publik menyebut patung itu, sudah diturunkan dan diganti patung harimau yang lebih gahar.

Maung Siliwangi memang identik dengan Tatar Pasundan, sering dikaitkan dengan legenda Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja yang diperkirakan hidup pada Abad 15 Masehi. Maka pihak Komando Daerah Militer III/Siliwangi setempat mengambil ilham dari simbolisme yang melekat sejak dulu itu. Tentu sosok Prabu Siliwangi sudah berabad-abad jaraknya dari generasi kini. Namun apakah teman-teman 'macan lucu' masih ada yang berjalan-jalan di Pulau Jawa ini?

Dalam bahasa Indonesia, istilah 'macan' dan 'harimau' memang sering digunakan secara bergantian. Sebagian lagi memilih membedakan, macan bisa memanjat pohon dan harimau tidak bisa memanjat pohon. Harimau lebih identik dengan loreng-loreng di bulu tubuhnya, misalnya harimau Sumatera. Sementara macan sering diasosiasikan dengan keluarga kucing besar yang bermotif totol-totol atau berwarna gelap, misal macan tutul atau macan kumbang.

Dalam Bahasa Sunda, ada istilah 'maung' yang merujuk harimau loreng itu. Adapun dalam Bahasa Jawa, harimau sering disebut sebagai 'macan loreng', ada pula yang menyebutnya sebagai 'sima'.

Dalam bahasa ilmiah, harimau yang hidup di Pulau Jawa disebut sebagai Panthera tigris sondaica, istilah populernya adalah 'harimau Jawa'. Tentu sebutan ini melintas-batas ruang etnis yang dihuni manusia, apalagi ilmuwan mengkategorikan wilayah hidup harimau Jawa termasuk Paparan Sunda (Sundaland).

Sayang sekali, teman-teman macan lucu Cisewu itu sudah dinyatakan punah. The International Union for Conservation of Nature (IUCN), dalam situs resminya yang ditengok detikcom pada Minggu (19/3/2017) menjelaskan harimau Jawa sudah dinyatakan punah sejak dekade 1970-an. Penyebabnya kepunahan adalah perburuan, kehilangan hutan sebagai habitat, dan kehilangan mangsa.

Harimau Jawa juga dipastikan punah lewat rapat Convention on International Trade in Endangered Species di Florida, Amerika Serikat, pada 1996 lampau.

Namun benarkah demikian? Nyatanya kesaksian demi kesaksian tentang penampakan harimau Jawa muncul sporadis di lain-lain waktu dan tempat. Entah benar atau tidak, memang masih sulit dibuktikan. Berikut tanda-tanda keberadaan harimau Jawa.
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed