Beredar Kontrak Palsu Syariat Islam, Anies-Sandi: Itu Fitnah Lagi

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Minggu, 19 Mar 2017 14:05 WIB
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Jakarta - Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta putaran II masih diwarnai aksi kampanye hitam atau black campaign. Kali ini beredar sebuah surat pernyataan atau akad kontrak bertandatangan palsu yang menyatakan Anies-Sandi akan menggunakan syariat Islam di Jakarta.

Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa surat atau akad kontrak berjudul Akad Kontrak - Akad Al Ittifaq itu dipastikan tidak benar alias palsu.

Beredar Kontrak Palsu Syariat Islam, Anies-Sandi: Itu Fitnah LagiFoto: Istimewa


Anies menduga ada pihak yang sengaja membuat dan mengedarkan surat dengan tanda tangan palsu itu untuk kampanye hitam. "Ini Fitnah lagi, setelah fitnah-fitnah sebelumnya. Tanda tangan saya tidak seperti itu," kata Anies kepada wartawan Minggu (19/3/2017).

Senada dengan Anies, Sandiaga juga merasa bahwa nama dan tanda tangannya dicatut. Dia sendiri heran kenapa ada orang atau kelompok yang mau repot untuk membuat akad kontrak itu.

"Jelas-jelas itu bukan tanda tangan saya. Itu hoax ya, itu semua adalah hoax, tanda tangannya palsu. mirip aja nggak ," kata Sandiaga kepada wartawan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (19/3/2017).

Beredar Kontrak Palsu Syariat Islam, Anies-Sandi: Itu Fitnah LagiFoto: Istimewa


"Mas Anies atau Bang Sandi tidak pernah menandatangani akad itu. Dan itu palsu," tegas Naufal Firman Yursak, Wakil Ketua Tim Media Anies Sandi.

Naufal menambahkan dengan makin sering munculnya fitnah-fitnah baru, pihaknya yakin sedang ada pihak yang panik. "Kami makin yakin bahwa ada pihak-pihak yang sedang mengalami kepanikan yang luar biasa. Kami mengajak kepada para relawan, simpatisan dan warga untuk tetap fokus pada program kerja dan makin kerja keras memenuhi harapan warga Jakarta untuk menciptakan perubahan di ibukota," tegas dia. (erd/erd)