"(Tewas) Karena kain yang dililit," jawab Kapolres Palu AKBP Christ Reinhard Pusung menjawab pertanyaan detikcom tentang penyebab tewasnya Mari dalam keterangan tertulis, Minggu (19/3/2017).
Foto: Kapolres Palu AKBP Christ Reinhard Pusung (Foto: Polres Palu) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yohanes langsung pergi dan mengambil baju-bajunya.
Maria ditemukan sudah tak bernyawa pada Sabtu (18/3) kemarin. Polisi langsung mengejar Yohanes yang akhirnya berhasil dibekuk pada Sabtu malam pukul 23.00 Wita di rumah temannya di Posi, Sulawesi Tengah. Saat itu Yohanes sudah akan melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Foto: Terduga pelaku penganiaya wartawati Palu Express, Yohanes Sandipu (tengah) (Foto: Polres Palu) |
"Begitu kami telusuri pelakunya di Poso, kami ikuti. Begitu kami ikuti, pelaku sedang menunggu kendaraan untuk melarikan diri. Kami bekuk sebelum sempat naik ke motor, langsung kami tangkap," urai Pusung.
Motif pembunuhan, kata Pusung, masih didalami. Dia mengatakan sehari sebelumnya pasangan suami istri itu juga terlibat cekcok.
"Masih akan kami dalami, yang jelas suami korban itu pengguna narkoba. Sempat terjadi percekcokan sampai Jumat (17/3) pagi hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (18/3)," katanya. (nwk/erd)












































Foto: Kapolres Palu AKBP Christ Reinhard Pusung (Foto: Polres Palu)
Foto: Terduga pelaku penganiaya wartawati Palu Express, Yohanes Sandipu (tengah) (Foto: Polres Palu)