Kepada detikcom, Saduki menceritakan, saat melintasi jalan raya Karangsambung-Kebumen, Minggu (5/3) lalu, ada truk parkir dari arah berlawanan dan memakan satu lajur jalan. Nah, di sebelahnya, ada mobil sedan yang parkir, sehingga akses tertutup. Saduki mengaku menunggu sampai 5 menit, tapi tak ada respons.
"Saya teriak, 'Woi, itu hak jalan saya. Tolong minta jalan'," kata Saduki di rumahnya, Dukuh Watutumpang, Desa Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, Sabtu (18/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aduin aja apa," kata Saduki, menirukan teriakan Aziz.
Awalnya Saduki tidak berpikir kesalahpahaman itu berakhir dengan menabrakkan kendaraan. Tapi ternyata Aziz nekat. Aziz benar-benar menabrakkan kendaraannya ke truk milik Saduki. Adu banteng pun terjadi.
"Saya mundur bertahan, dia mundur lagi maju lagi. Saya bertahan karena ngerem, tapi setelah mesin mati, akhirnya didorong terus ke sawah," jelasnya.
Di dalam truk tersebut, Saduki tidak sendiri. Dia bersama bersama pemilik sapi yang sedang diangkutnya. Beruntung, mereka selamat.
"Orang-orang teriak agar saya turun karena nyawa saya jadi taruhan, tapi pintu samping tidak bisa kebuka. Saya ingat sedang membawa sapi, makanya saya tanggung jawab," jelasnya.
Kejadian itu berujung ke polisi. Ternyata Saduki dan Aziz memiliki hubungan saudara dari garis kakek-nenek. Keduanya berdamai. (try/try)











































