DetikNews
Sabtu 18 Maret 2017, 14:57 WIB

Di Rorotan Cilincing, Anies Paparkan Program Andalan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Di Rorotan Cilincing, Anies Paparkan Program Andalan Foto: Ja
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melanjutkan agenda kampanye hari ini ke Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Anies memaparkan program andalan saat berdialog dengan warga.

Anies secara umum memaparkan tiga hal yang akan menjadi prioritas dalam programnya. Ketiga hal itu adalah masalah lapangan kerja, harga kebutuhan pokok, dan pendidikan.

"Di Jakarta cari kerja gampang apa susah? Dalam program kami, masalah lapangan kerjanya itu beda. Kalau biasanya lapangan kerja pemerintah yang buat. Kalau dari pemerintah saja tidak akan cukup menyerap tenaga kerja," kata Anies di Jalan Green Garden B No 16 RT 11 RW 1 Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (18/3/2017).

Anies mengatakan akan tetap menjalankan program pemerintah, seperti perangkat Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU). Sebab, perangkat itu juga menyerap tenaga kerja.

Kepada warga, Anies juga memaparkan program kewirausahaan One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE). Menurutnya, kewirausahaan dapat menyerap kerja, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kampung.

"Tapi kita akan latih usaha. Kalau di kampung ada profesi yang pasti ada, tapi kompleks belum tentu ada. Kalau di kompleks, biasanya cari baru kalau baju sobek. Tapi kalau di kampung, dijahit. Nah, penjahit dapat order dari tetangga," imbuhnya.

Lewat OK OCE ini, Anies mengatakan masyarakat akan mendapatkan pelatihan sehingga dapat berwirausaha dengan standar yang baik. Anies juga bicara soal kebutuhan pokok.

Di Rorotan Cilincing, Anies Paparkan Program AndalanFoto: Ja


Dalam kondisi harga sembako yang tinggi, Anies mengatakan, jika menjadi gubernur, Pemda akan membuat alur distribusi barang menjadi lebih cepat ke konsumen sehingga harga barang bisa ditekan.

"Kedua, di Jakarta kebutuhan pokok harganya mahal apa murah? Gimana caranya agar murah? Di Brebes harga bawang sekilo Rp 15 ribu. Di sini Rp 40 ribu, Rp 50 ribu," ujar Anies.

"Kenapa bisa mahal? Ongkos kirim. Tapi yang bikin mahal kebanyakan tangan, kebanyakan tengkulak. Nanti Pemda akan ambil langsung ke Brebes dan dibawa ke pasar induk. Jadi nggak banyak tangan," imbuhnya.

Mengenai program pendidikan, Anies ingin memberi masyarakat pendidikan yang berkualitas, baik fasilitas maupun isinya.

"Kita akan tingkatkan kualitas pendidikan. Tidak hanya kualitas bangunannya yang diperbaiki. Bukan cuma fasilitasnya yang diperbagus. Apa tuh yang listrik-listrik?" ujar Anies diakhiri tanya.

"UPS," sahut warga.

"Nah, jadi pendidikan bukan cuma soal bangunan. Tapi juga kualitas dan isi pengajarannya. Nanti jam 19.00 WIB sampai jam 21.00 WIB akan jadi jam belajar. Dengan begitu, nanti kampung kita berubah. Jadi tugas Gubernur DKI bukan cuma urus sungai, listrik, dan jalan. Tapi juga memikirkan warganya," paparnya.

Setelah pemaparan panjang itu, dibuka sesi dialog bersama warga. Seorang perempuan bernama Hayaro, yang merupakan warga RT 04 RW 12 Rorotan, Cilincing, Jakut, bertanya kepada Anies soal keberpihakannya.

"Pak Anies, seandainya Bapak jadi Gubernur DKI Jakarta, kami ada masalah dengan pengusaha, Bapak bela kami atau pengusaha?" tanya Hayaro.

Anies berjanji, jika menjadi Gubernur DKI, dia akan berpihak pada keadilan. Anies juga sempat menyinggung soal reklamasi dan penggusuran. Menurutnya, saat ini masalah keadilan sering tidak hadir karena berpihak kepada yang berkuasa.

"Baiknya ke mana, Bu? Kalau yang namanya ada perdebatan, perselisihan, maka berpihaknya harus pada keadilan. Nah, keadilan itu yang sering tidak hadir. Hadirnya pada yang berkuasa," ujar Anies.

"Contoh DP nol persen. Kenapa dikritik? Katanya melanggar aturan? Kok reklamasi melanggar aturan dibiarkan? Kok penggusuran dibiarkan?" sambungnya.

Anies mengatakan program-programnya itu sudah terwakili dengan slogan yang dipakai, yaitu 'Salam Bersama, Maju Bersama'. Dari situ dia kembali mengatakan pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS ini ingin masyarakat ekonomi rendah dan masyarakat ekonomi tinggi maju bersama.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed