Relawan Badja NTT Launching Unit Khusus untuk Dukung Ahok-Djarot

Heldania Ultri Lubis, Bartanius Dony - detikNews
Sabtu, 18 Mar 2017 11:41 WIB
Foto: Heldania Ultri Lubis/detikcom
Jakarta - Sejumlah warga NTT mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Dukungan itu dinyatakan dengan digelarnya peluncuran (launching) unit khusus tim reaksi cepat relawan Bhineka Tunggal Ika.

"Untuk menyambut pilkada sebagai pesta yang sukacita, kami relawan Badja telah membuat unit khusus tim reaksi cepat relawan Bhineka Tunggal Ika untuk mendukung Ahok-Djarot," kata Ketua Relawan Badja Marselinus Ado Wawo dalam acara yang berlangsung di kantor PPP Djan Faridz, Jalan Talang, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).

Relawan Badja NTT Launching Unit Khusus untuk Dukung Ahok-DjarotMarselinus (Heldania Ultri Lubis/detikcom)
Masyarakat NTT yang tergabung dalam relawan Badja Bhineka Tunggal Ika ini menyatakan komitmennya menjadi bagian dalam pencoblosan pilkada putaran kedua pada 19 April mendatang. Komitmen itu untuk memperjuangkan kemenangan Ahok-Djarot.

"Kita harus menjadi relawan untuk Ahok-Djarot, satu orang minimal bisa ajak 5 orang untuk kembali memilih Ahok-Djarot pada putaran kedua nanti," ujar Marselinus.

Dia mengajak relawan yang hadir dalam acara ini terus mendukung Ahok-Djarot. Dia menyebut Ahok-Djarot adalah pemimpin yang sudah memberikan bukti.

"Ahok-Djarot itu sudah terbukti. Siap ya mendukung Ahok-Djarot," tanya Marselinus.

Warga yang berkumpul dengan semangat menyanggupi. Marselinus yakin Ahok-Djarot adalah pasangan yang mampu menciptakan kedamaian di DKI Jakarta.

"Kita yakin Ahok-Djarot bisa menciptakan kedamaian dan memberi teladan di DKI ini," tutupnya.

Acara ini mulai digelar sekitar pukul 10.30 WIB. Ketua Umum PPP Djan Faridz dan calon wakil gubernur nomor 2 Djarot Saiful Hidayat turut hadir dalam acara ini.

Djan Faridz akan Bagikan Spanduk Program Ahok-Djarot

Djan Faridz akan membagi-bagikan spanduk yang berisi program Ahok-Djarot. Spanduk tersebut diimbau untuk dipajang di rumah agar tidak melanggar aturan KPU.

"Ini nanti saya edarkan melalui koordinator. Tapi mohon pasangnya jangan di pagar. Karena melanggar aturan KPU. Pajang di tembok rumah, ini kan pajangan," kata Djan saat menghadiri deklarasi dukungan dari masyarakat NTT, di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3).

Relawan Badja NTT Launching Unit Khusus untuk Dukung Ahok-DjarotFoto: Bartanius Dony/detikcom
Spanduk tersebut diberi judul '7 Program Kerja untuk Umat Islam Jakarta', yang terdiri dari tujuh poin. Salah satunya program meningkatkan fungsi Islamic Center di Jakarta Utara untuk menjadi pusat perpustakaan sejarah Islam Indonesia.

Ada juga poin yang berisi bahwa pasangan Ahok-Djarot meningkatkan anggaran untuk kesejahteraan imam, ustaz, serta marbut.

Relawan Badja NTT Launching Unit Khusus untuk Dukung Ahok-DjarotFoto: Bartanius Dony/detikcom
Pada kesempatan ini, Djan juga sempat mengkritik adanya spanduk provokatif yang berisi ajakan tidak menyalatkan jenazah pendukung Ahok-Djarot.

"Kalau dia pasang spanduk yang nggak-nggak, kita pasang spanduk yang Islami," ujarnya.

Relawan Badja NTT Launching Unit Khusus untuk Dukung Ahok-DjarotFoto: Bartanius Dony/detikcom
Dia juga berpesan agar pelaksanaan pilkada ini berjalan dengan jujur dan tidak ada kampanye yang berbau SARA.

Dalam acara deklarasi Relawan Badja Bhineka Tunggal Ika ini, Djarot sempat disambut dengan iring-iringan tari tradisional dari daerah Bajawa, Flores, NTT. Djarot terlihat mengenakan baju koko berwarna merah ditemani istrinya, Happy Farida. (hld/rna)