Aziz 'Adu Banteng' Tak Ditahan karena Polwan yang Dipukul Memaafkan

Aziz 'Adu Banteng' Tak Ditahan karena Polwan yang Dipukul Memaafkan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 18 Mar 2017 11:18 WIB
Aziz Adu Banteng Tak Ditahan karena Polwan yang Dipukul Memaafkan
Foto: Dokumentasi Humas Polres Kebumen
Jakarta - Pihak kepolisian memutuskan tidak menahan Aziz (21), pria yang terlibat 'adu banteng' truk dan pemukulan terhadap seorang Polwan Polres Kebumen. Aziz terlibat pemukulan terhadap Aiptu Nuraini sehari setelah adu truk dengan dengan pamannya sendiri, Sadiki.

Ringkasnya, Aziz mengendarai motor dan melawan arah dalam keadaan mabuk. Akibat kelakuannya ini, dia mengalami kecelakaan dengan sepeda motor lain yang dikemudikan Ahmad Nurmunib.

Melihat kejadian itu, Aiptu Nuraini selaku Kepala Seksi Umum di Polsek Wilayah Kebumen, menolong korban dan mengamankan kunci sepeda motor Aziz. Aziz pun emosi dan langsung menempeleng kepala bagian kiri Aiptu Nuraini serta memukul menggunakan spion sepeda motor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah insiden pemukulan itu, pihak kepolisian telah mengonfirmasi Aiptu Nuraini yang menjadi korban pemukulan. Namun, polisi tidak menahan Aziz setelah perilakunya tersebut.

"Sempat dibawa ke Polsek Kota, kemudian pemeriksaan, ketika diinformasikan ke Bu Nuraini (dia bilang) 'sudah nggak apa-apa, nggak usah dilanjutkan, saya memaafkan'," kata Kasubbaghumas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu(18/3/2017).

Willy mengatakan Aiptu Nuraini tidak ingin melanjutkan perkara pemukulan itu. Nuraini memilih menyelesaikan secara kekeluargaan.

"Aiptu Nuraini tidak ingin melanjutkan perkara ini, kita juga gemes, tapi ya sudah, tapi Bu Nuraini bilang, katanya 'risiko saya sebagai polisi, bagian dari pekerjaan'," ujar Willy.

Bahkan, Willy menyebut Aiptu Nuraini masih memikirkan efek dari pemukulan di lokasi tabrakan itu akan menyebabkan macet sehingga ia tidak mau memperpanjang masalah itu. Aiptu Nuraini bahkan menolong Aziz yang sempat akan dikeroyok massa setelah peristiwa penabrakan dan pemukulan terjadi.

"Dia menyelamatkan orang tersebut, ada massa, mau dipukuli orang banyak. Nah justru orang ini diselamatkan, awalnya Bu Nuraini juga tidak menyampaikan beliau ditabrak, katanya 'nggak apa-apa'. Habis kalau nggak diamankan orang itu mau dikeroyok massa. Jalan juga macet karena kejadian itu," terangnya.

"Kalau tidak ditolong jadi bulan-bulanan orang," tutur Willy menirukan kata-kata Nuraini.

Namun Willy memastikan, untuk insiden kecelakaan motor, Aziz akan tetap diproses secara hukum. Namun karena ancaman hukumannya di bawah setahun, maka Aziz tidak langsung ditahan.

"Untuk kecelakaan diproses, ancamannya di bawah setahun jadi tidak dilakukan penahanan," pungkasnya. (nth/elz)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini