Soni tiba di lokasi kejadian di Blok M Square, Jalan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada pukul 18.45 WIB Jumat (17/3/2017).
"Iya, yang pertama ini musibah, tidak ada kesengajaan. Sebagai musibah menelan korban ada luka patah tulang yang cukup berat, ada juga yang sedang, dan ada yang ringan," ujar Soni kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini aset belum diserahkan. Posisinya yang ketiga bahwa yang terjadi itu bukan kabelnya putus, atau namanya kawatnya putus. Tapi ini melorot, penyebab utamanya karena over capacity atau overload," sebutnya.
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom |
Dari informasi yang diterima Soni, lift tersebut punya batas maksimal 15 orang. Namun saat kejadian, orang yang masuk melebihi kapasitas.
"Tapi karena 1 dan lain hal kemudian mereka tanpa menyadari dan tanpa sadar diri harus keluar, bunyi alarm sudah bunyi, overload dipaksa semua masuk hingga 31 orang lift, berarti hampir 2 kali lipat. Nah karena tidak kuat nahan, maka pelan-pelan melorot," pungkasnya.
Soni mengatakan pihak Blok M Square akan bertanggung jawab kepada korban jatuhnya lift. Penelusuran terkait penyebab pasti jatuhnya lift tengah dilakukan.
"Yang tentu pertama kita ngecek dulu kejadian teknis bahwa kita tau persis, karena ini juga kompleks Pasar Jaya. Jadi mengetahui secara teknis, minta penjelasan di lapangan saya kira, pada pengelola, sebabnya, dan kondisi riil yang saya lihat sendiri," ujar Soni.
"Tentu bahwa pihak Blok M Square sudah menyatakan bertanggung jawab untuk semua kejadian ini, dan penanganan semua korban sakit, baik yang berat, sedang, dan ringan," sambung Soni.
(nvl/fdn)












































Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom