Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan di daerah Sumsel memang banyak yang industri rumahan (home industry) yang membuat senapan api.
"Ada (dugaan penggunaan senjata). Karena itu senjata, di daerah Sumsel itu kan banyak memproduksi, home industry senjata api. 'Kecepek' istilahnya senjata rakitan," kata Tito di Masjid Al-Husna di Jalan Enggano Raya, Tanjung Priok, Jakut, Jumat (17/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rupanya kelompok teroris ini tahu potensi itu. Mereka membeli di sana. Tapi Alhamdulillah sudah ditangkap oleh Polda Sumsel dan Densus," tutur Tito.
Dia menegaskan polisi terus mewaspadai kelompok-kelompok dengan pemikiran radikal yang pro kekerasan. Menurutnya, perbedaan pemahaman tidak menjadi masalah selama tidak membawa paham kekerasan.
Terkait penangkapan di OKU Sumsel, C dan T ditangkap pada Rabu (15/3) dengan barang bukti 2 buah senpi rakitan jenis revolver. Selain itu juga ada 25 butir amunisi berukuran 5 mm hingga 9 mm.
Polisi menduga amunisi tersebut rencananya akan digunakan oleh jaringan Abu Faisal. Kedua orang ini terkait dengan rencana bom di Solo.
Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan ancaman terhadap teroris ada di semua daerah. Atas penangkapan kedua orang ini, Sumsel pun akan meningkatkan keamanan jelang Asian Games 2018. (jbr/fdn)











































