Kapolri: Teroris Solo Manfaatkan Industri Senpi Rakitan di Sumsel

Kapolri: Teroris Solo Manfaatkan Industri Senpi Rakitan di Sumsel

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 17 Mar 2017 18:32 WIB
Kapolri: Teroris Solo Manfaatkan Industri Senpi Rakitan di Sumsel
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dua orang berinisal C (39) dan T (41) ditangkap di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel) terkait kepemilikan senjata api rakitan. Kedua orang ini diduga memiliki kaitan dengan jaringan teroris dan bom bunuh diri di Solo.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan di daerah Sumsel memang banyak yang industri rumahan (home industry) yang membuat senapan api.

"Ada (dugaan penggunaan senjata). Karena itu senjata, di daerah Sumsel itu kan banyak memproduksi, home industry senjata api. 'Kecepek' istilahnya senjata rakitan," kata Tito di Masjid Al-Husna di Jalan Enggano Raya, Tanjung Priok, Jakut, Jumat (17/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, kondisi itu dimanfaatkan oleh jaringan teroris sebagai lokasi potensial untuk mendapatkan senjata api. Namun Tito menyebut senjata belum banyak yang dipasok ke Jawa.

"Rupanya kelompok teroris ini tahu potensi itu. Mereka membeli di sana. Tapi Alhamdulillah sudah ditangkap oleh Polda Sumsel dan Densus," tutur Tito.

Dia menegaskan polisi terus mewaspadai kelompok-kelompok dengan pemikiran radikal yang pro kekerasan. Menurutnya, perbedaan pemahaman tidak menjadi masalah selama tidak membawa paham kekerasan.

Terkait penangkapan di OKU Sumsel, C dan T ditangkap pada Rabu (15/3) dengan barang bukti 2 buah senpi rakitan jenis revolver. Selain itu juga ada 25 butir amunisi berukuran 5 mm hingga 9 mm.

Polisi menduga amunisi tersebut rencananya akan digunakan oleh jaringan Abu Faisal. Kedua orang ini terkait dengan rencana bom di Solo.

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan ancaman terhadap teroris ada di semua daerah. Atas penangkapan kedua orang ini, Sumsel pun akan meningkatkan keamanan jelang Asian Games 2018. (jbr/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads