Sandiaga Tawarkan OK OCE untuk Jaring Pendukung Agus-Sylvi

Pilgub DKI Putaran Kedua

Sandiaga Tawarkan OK OCE untuk Jaring Pendukung Agus-Sylvi

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Jumat, 17 Mar 2017 18:08 WIB
Sandiaga Tawarkan OK OCE untuk Jaring Pendukung Agus-Sylvi
Sandiaga Uno / Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno optimistis dapat menjaring suara dari pendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Sandiaga akan menawarkan program penyediaan kerja seperti OK OCE untuk menggaet minat pendukung tersebut.

"Kemarin kita bertemu dengan beberapa simpul dari pendukung Mas Agus dan Mpok Sylvi setelah Mas Agus menyatakan sudah move on kita dekati mereka dari segi harapan mereka. Ternyata mereka sangat loyal terhadap Mas Agus dan Sylvi dan perintah untuk move on itu berarti mereka harus memilih sesuai dengan hati nuraninya, hampir 95% dari mereka menginginkan gubernur baru," kata Sandiaga di Jalan Petojo, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).

Sandiaga mengatakan keinginan pendukung Agus-Sylvi sama dengan yang menjadi programnya. Ia akan menawarkan program lapangan kerja dan wirausaha seperti OK OCE.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ini PR besar buat kami untuk mengkonversikan yang hampir dari 95% tersebut bisa berlabuh kepada Anies-Sandi. Memang pekerjaan yang tidak mudah tapi kita lihat ada satu ada harapan mereka tentang lapangan pekerjaan dan permodalan bagi usaha kecil yang di kedepankan mas Agus bisa kita adopsi dalam program OK OCE juga ada program pemberdayaan masyarakat mudah-mudahan bisa diterima sebagai sebuah kebijakan yang bisa menenangkan hati dan pikiran pendukung Mas Agus dan Sylvi," katanya.

Sandiaga juga akan meneruskan program KJP dan menambah fasilitas di di dalamnya. Ia juga berjanji untuk membangun Jakarta yang damai dan santun.

"KJP terus dilaksanakan secara konsisten ditambah fasilitas dan manfaatnya agar memutus rantai kemiskinan juga mereka menginginkan pemimpin yang mempersatukan. Karena mereka juga lelah sama seperti seluruh warga Jakarta yang lelah dengan proses yang sudah terlalu panjang ini dan memecah belah mengkotak-kotakkan," katanya. (fdu/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini