Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan telah melakukan koordinasi untuk membentuk tim terpadu menangani kekerasan pelajar. Tim terdiri dari berbagai pemangku kepentingan untuk secara bersama-sama menanggulangi kekerasan di kalangan pelajar.
"Tim terpadu sudah kita koordinasikan. Tapi perlu penanganan yang lebih fundamental. Bagaimana orang tua juga mengubah pengawasan pada anak. Kita perlu tahu mereka yang melakukan kekerasan itu punya background apa, kalau mayoritas broken home berarti di keluarga sendirikan tidak terbina dengan baik," kata Sultan di kantor Gubernur DIY Komplek Kepatihan, Jl Malioboro, Yogyakarta, Jumat (17/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan tim terpadu dibentuk untuk menangani dan menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama. Penanganan kekerasan pelajar membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kepolisian nantinya bisa menempatkan sejumlah personelnya untuk memantau di sekolah-sekolah.
"Sekarang kita intensifkan patroli, volumenya kita tingkatkan. Besok kita atur, polisi ditugaskan khusus untuk bermitra dengan sekolah, setiap sekolah bisa 2 polisi," kata kapolda DIY di komplek Kepatihan Yogyakarta. (rna/rna)











































