"Saya kagum pada beliau, tidak mendikotomi antara Islam dan kebangsaan," ujar Hidayat dalam keterangannya, Jumat (17/3/2017).
Hidayat berbicara hal itu setelah menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Hidayat mengaku sering bertemu dengan Hasyim Muzadi, baik saat di Istana Negara maupun di Pondok Pesantren Gontor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski demikian, beliau tetap membela umat Islam," imbuhnya.
Hidayat juga menilai Hasyim mampu menjembatani di antara umat Islam secara internal, antara umat Islam dan umat lain, serta antara umat Islam dan negara. Hasyim, lanjut Hidayat, juga berperan dalam mengembangkan Islam yang moderat ke dunia internasional.
"Beliau menjalankan soft diplomacy ke dunia internasional sehingga mengangkat nama Indonesia," ungkapnya.
Saat Hidayat takziah ke kediaman Hasyim di Depok, Jawa Barat, dia mendengar langsung dari orang dekat Hasyim bahwa sang Kiai menyampaikan pesan pada hari-hari terakhir. Pesan Hasyim itu adalah agar umat Islam tak mau diadu domba. Umat Islam harus maju dan tetap cinta Indonesia. Kemudian, hukum harus ditegakkan dengan adil.
Apresiasi yang lain dari Hidayat adalah Hasyim Muzadi mendirikan pondok pesantren mahasiswa sehingga mahasiswa hafal Alquran dan cinta Indonesia. (ega/try)











































