Member Loly Candy's yang Ditangkap Polisi Lulusan Sarjana

Member Loly Candy's yang Ditangkap Polisi Lulusan Sarjana

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 17 Mar 2017 16:51 WIB
Member Loly Candys yang Ditangkap Polisi Lulusan Sarjana
Foto: Mei R Amelia/detikcom
Jakarta - Polisi menangkap salah satu member grup Facebook pornografi anak 'Official Loly Candy's 18+'. Tersangka Aldi Atwinda Januar (24) adalah seorang sarjana.

"Latar belakang pendidikannya memang S1. Saya kurang tahu sarjana apa," kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Wahyu Hadiningrat kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Wahyu mengatakan tersangka juga sudah memiliki pekerjaan tetap. "Dia karyawan swasta, punya pekerjaan tetap," cetusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tersangka diketahui sudah lama bergabung sebagai member di grup tersebut. Soal motif tersangka bergabung di grup itu (apakah karena punya kelainan orientasi seksual), masih didalami oleh penyidik.

"Kalau kita lihat bahwa permasalahan grup kemudian member dan semuanya, ya kita patut menduga (semua ini harus kita periksa secara psikologis) apakah nanti ada kelainan atau tidak, itu hasil keterangan dokter yang menentukan. Kami hanya memberikan fasilitas untuk pemeriksaan sebagai prosedur itu," terang dia.

Menurut Wahyu, tersangka merupakan salah satu member grup Facebook yang paling aktif. Selain sering berkomentar, tersangka sering mem-posting foto dan video berkonten pornografi anak di bawah umur di grup tersebut.

Polisi menemukan 1.000 konten foto dan video porno di laptop milik tersangka yang saat ini diamankan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami keterangan tersangka soal dari mana dia mendapatkan foto dan video tersebut.

"Ini masih kami dalam interogasi. Tapi dari 1.000 itu tergabung ada foto, video, ada yang luar, ada yang dalam negeri juga," kata Wahyu.

Polisi juga masih mendalami apakah dari 1.000 konten foto dan video tersebut ada anak yang menjadi korban kekerasan seksual oleh tersangka atau tidak. "Seperti yang penanganan empat kemarin, dari situ kami akan cari nanti gambar-gambar ini yang lokal atau luar negeri ini, apakah korban secara langsung yang bersangkutan. Ini yang kita lakukan sekarang," tuturnya. (mei/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads