PT KA Kewalahan Tangani Lingkungan Sekitar Rel
Selasa, 19 Apr 2005 14:13 WIB
Jakarta - Anda sering melintas di jalanan sekitar rel KA? Anda benar. Situasinya temaram dan banyak warung remang-remang berdiri. Irama dangdut menggelegar. Minuman keras menyeruak. Pekerja seks komersial (PSK) juga berkeliaran bebas."Lingkungan di sekitar rel KA Jakarta banyak yang tidak kondusif," aku Kahumas PT KA Daops I Jabotabek, Ahmad Sujadi, pada detikcom, Selasa (19/4/2005).Sujadi menyatakan itu mengomentari tragedi tewasnya 6 orang di rel KA Kampung Gunung Antang antara Stasiun KA Jatigara-Manggarai, Jakarta, pada Selasa dinihari. Para korban adalah tamu dan PSK yang bisa beroperasi di pusat hiburan masyarakat ekonomi lemah itu.PT KA tampaknya sudah kewalahan menangani warung-warung gelap macam itu. PT KA tambah kewalahan karena pinggiran rel KA juga dipenuhi dengan perumahan penduduk yang jaraknya terlalu dekat dengan KA. Perumahan itu juga berada di daerah manfaat jalan KA.Di Jakarta, hal itu tampak mencolok di ruas rel Jatinegara-Manggarai. Di ruas Jatinegara-Pasar Senen bahkan beridiri pasar, misalnya Pasar Gaplok yang selalu ramai di siang hari. Pemandangan serupa juga mencuat di jalur rel Pasar Senen-Kemayoran-Kota. Di jalur Angke-Duri-Tanah Abang dan Tanah Abang-Manggarai daerah rawan itu juga mencolok."PT KA adalah institusi yang terkena dampak akibat kondisi sosial masyarakat khususnya golongan kurang mampu yang tak punya tempat tinggal. Mereka banyak memanfaatkan lahan KA," kata Sujadi.PT KA bukannya menutup mata pada fakta itu. Berulang kali PT KA melakukan operasi. "Tapi mereka balik lagi," keluh Sujadi.Sujadi melihat hal itu adalah permasalahan sosial yang luas. "Kita harapkan semua pihak ikut terlibat menangani. Misalnya mereka dipindahkan ke rumah susun dsb. Yang penting dihilangkan dari jalur berbahaya itu," sarannya.Selain membahayakan, kondisi itu tidak baik bagi KA. "Mempersulit pemeliharaan jalan, soalnya banyak kotoran di situ. Mereka membuang kotoran, barang pecah belah...anak-anak juga bermain di situ. Lingkungan jadi kotor," cerita Sujadi.Terkait dengan insiden Selasa dinihari tadi, PT KA takkan memberi santunan kepada korban tewas maupun korban luka. "Kita tidak memberikan santunan karena mereka melanggar aturan. Yang akan memberikan santunan mungkin Jasa Raharja," demikian Sujadi.
(nrl/)











































