Bupati Raja Ampat Bingung Caledonian Sky Melintas di Area Konservasi

Bupati Raja Ampat Bingung Caledonian Sky Melintas di Area Konservasi

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 17 Mar 2017 10:33 WIB
Bupati Raja Ampat Bingung Caledonian Sky Melintas di Area Konservasi
Bupati Raja Ampat (Ray Jordan/detikcom)
Raja Ampat - Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengaku bingung kenapa kapal pesiar asal Inggris, MV Caledonian Sky, bisa melintas di kawasan konservasi. Padahal selama ini ada aturan kawasan konservasi tidak boleh dilintasi kapal besar.

"Sebenarnya dari dulu sudah ada regulasi yang sebenarnya ditaati semua orang. Kami semua bingung kok bisa mereka melewati daerah ini, karena ini merupakan daerah KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) dan konservasi semua," kata Abdul Faris saat berbincang di atas kapal KN Kofiau yang berlabuh di tengah perairan Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (16/3/2017).

Selain itu, wilayah tersebut diawasi oleh badan milik Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan ada regulasi dari DKP itu sendiri sama KKP. Jadi ini sudah kami bagi-bagi dalam kawasan-kawasan terkait dengan konservasi," katanya.

Abdul menambahkan, selama ini tidak pernah ada kapal besar yang melintas di kawasan karang yang rusak oleh MV Caledonian Sky berbobot 4.200 GT tersebut.

"Karena selama ini tidak ada kapal besar yang lewat sini. Kami sangat hati-hati juga, kapal yang ukuran 30 GT saja sangat hati-hati untuk melewati daerah terusan selat seputar sini," ucapnya.

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karliansyah mengatakan persoalan zonasi dan aturan yang sudah ada namun masih dilanggar itu akan dibahas dalam rapat bersama tim gabungan di Kemenko Kemaritiman dalam waktu dekat.

"Jadi, meskipun kita lakukan zonasi peraturan, ini akan jadi bahan rapat selanjutnya, yakni bagaimana rambu-rambu atau peraturan lain bisa kita perbaiki lagi. Toh, nyatanya itu tadi, masih ada lagi pelanggaran," kata Karliansyah, yang juga ikut memberikan pernyataan bersama dengan Bupati Abdul Faris di kapal KN Kofiau.

"Jadi jangan sampai ini terulang lagi. Cukuplah sekali dan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua," tambah Karliansyah. (rjo/rna)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini