Jelang Pemilu Inggris, Risiko Serangan Teroris Meningkat
Selasa, 19 Apr 2005 13:26 WIB
Jakarta - Menjelang pemilihan umum (pemilu) Inggris, peluang serangan teroris di London dinyatakan meningkat. Peningkatan itu juga disebabkan oleh dukungan kuat Inggris atas invasi ke Irak.Demikian menurut hasil penilaian risiko yang diterbitkan surat kabar lokal, The Guardian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (19/4/2005). Pemilu Inggris akan digelar pada 5 Mei mendatang.Berdasarkan penilaian yang dilakukan Aon, sebuah lembaga swasta, tingkat ancaman aksi teroris untuk ibukota London dinaikkan menjadi "elevated" dari "guarded". Ini berarti lebih tinggi daripada ibukota negara-negara Barat lainnya. "Ini merupakan opini subyektif yang didasarkan pada sumber-sumber terbuka dan pengalaman," ujar Rob Preston, konsultan risiko terorisme Aon kepada The Guardian.Ia membantah anggapan bahwa risiko serangan di London sama dengan risiko di Baghdad, Irak dan Kabul, Afghanistan. Namun ditegaskannya bahwa peluang terjadinya terorisme di London memang telah meningkat."Ancaman terorisme di Eropa barat telah meningkat tahun ini," ujar Preston. "Selain itu, kemungkinan ada ancaman terhadap pemilihan umum. Seperti yang kita lihat di Madrid tahun lalu, itu taktik kontemporer dan taktik yang sangat mungkin diklam para teroris berhasil mempengaruhi hasil (pemilu)," imbuhnya.Menjelang pemilu di Spanyol, beberapa bom meledak pada 11 Maret 2004 lalu di ibukota Madrid. Akibatnya, sebanyak 191 orang tewas dalam serangan teror terburuk di negeri itu.
(ita/)











































