Pantauan detikcom, Kamis (16/3/2017), sebagian tim penyelam bersama Dirjen Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karliansyah berangkat dari pelabuhan rakyat Sorong menggunakan kapal navigasi KN Kofiau.
Foto: Ray Jordan/detikcom |
Setelah melakukan perjalanan lebih-kurang 3 jam, tibalah mereka di satu titik. Di sana, sebagian lagi tim penyelam berkumpul di KN Kafiau dan melakukan briefing. Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati juga hadir dalam kegiatan ini.
Tim kemudian turun dari KN Kafiau ke kapal kecil (speedboat) untuk menuju lokasi penyelaman. Ada tiga speedboat yang membawa total enam penyelam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah sekitar 10 menit mereka melaju, tibalah di titik di mana kapal MV Caledonian Sky kandas dan menghantam karang yang ada di sana.
Penyelam masuk ke air. Ada sekitar 30 menit mereka di dalam air. Kemudian naik ke permukaan.
Foto: Ray Jordan/detikcom |
Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Sorong Johnny Rumbu Silalahi mengatakan sudah lebih dari tiga kali penyelam melakukan pendataan langsung ke dasar laut.
"Sudah lebih dari tiga kali tim melakukan pendataan, dan datanya berubah terus, semakin luas kerusakan yang kita temui," katanya. Johnny sendiri termasuk salah seorang penyelam di tim gabungan ini.
Saat ditanyakan kepada penyelam lain, aktivitas yang dilakukan mulai mengukur luas kerusakan karang, mendata jenis karang yang rusak, mendata titik-titik kerusakan, dan mendokumentasikan kerusakan tersebut. Bahkan ada salah seorang penyelam yang sempat menunjukkan ke atas serpihan karang yang hancur karena lempengan besi kapal pesiar asal Inggris tersebut.
Foto: Ray Jordan/detikcom |
"Untuk sementara, kami dan teman-teman assessment ini untuk lebih jelas. Kita masih kumpulkan data, mengambil point sampling untuk dianalisis," kata salah seorang penyelam bernama Rudy. (jor/bag)











































Foto: Ray Jordan/detikcom
Foto: Ray Jordan/detikcom
Foto: Ray Jordan/detikcom