"Pemilih-pemilih pada tahun 2019 adalah pemilih yang berumur 25 sampai 40 tahun. Karena itu, Dewan Pembina meminta kepada Partai Golkar untuk memberikan peran lebih besar kepada tokoh-tokoh muda Partai Golkar dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin politik dari Partai Golkar," ujar Ical seusai rapat Wanbin di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (16/3/2017).
Wanbin dan pengurus DPP, menurut Ical, sepakat partai harus mengambil peran aktif untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Tokoh-tokoh Golkar harus menjadi panutan dalam kepemimpinan bangsa.
"Karena itu, tokoh-tokoh partai politik itu ditunggu oleh masyarakat, tentang ide dan gagasannya terhadap pembangunan bangsa, baik politik ekonomi, ideologi, dan lain sebagainya. Kita harapkan tokoh-tokoh Partai Golkar dapat menjadikan bahwa politik kebangsaan Indonesia dapat dipelihara dengan baik dan dapat menyuarakan suatu kedamaian," sambungnya.
Dibahas pula peran Golkar untuk membantu pemerintah dalam hubungan luar negeri, termasuk menghadapi ancaman krisis global. Pemerintah, sambung Ical, bisa mengoptimalkan perannya di dunia internasional.
"Sehingga bangsa Indonesia yang besar ini dapat dianggap sebagai bangsa yang dapat memberikan peran yang lebih besar bagi kemajuan masyarakat dunia dan menengahkan untuk penanggulangan kemiskinan di seluruh dunia, khususnya Indonesia," imbuhnya.
Selain itu, Ical dalam pernyataannya menyinggung kasus dugaan korupsi e-KTP yang tengah disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Golkar, ditegaskan Ical, menghormati proses hukum.
"Menyerahkan kepada pengadilan dengan suatu asas praduga tak bersalah," ujar Ical. (fdn/bpn)











































