Demokrat Nonblok, Sandiaga: Pendukung Agus Yudhoyono Harus Move On

Pilgub DKI Putaran Kedua

Demokrat Nonblok, Sandiaga: Pendukung Agus Yudhoyono Harus Move On

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Kamis, 16 Mar 2017 18:57 WIB
Demokrat Nonblok, Sandiaga: Pendukung Agus Yudhoyono Harus Move On
Sandiaga Uno (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menghormati keputusan Partai Demokrat yang nonblok dalam Pilgub DKI. Ia mengajak para pendukung partai untuk bersatu memilih pemimpin baru di Jakarta.

"Perlu kita apresiasi, dan Demokrat sebagai salah satu partai terbesar di Jakarta sudah mengambil keputusan dan tentunya harus kita hargai. Tugas berat buat kami Anies-Sandi untuk merebut hati dan pikiran para pemilih yang sangat loyal pada Demokrat," kata Sandiaga di Jalan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Kamis (16/3/2017).

Sandiaga memuji Agus Harimurti Yudhoyono yang bersikap kesatria mengakui kekalahan. Ia mengajak para pendukung Agus bergabung dengan dirinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mas Agus membebaskan para pendukungnya menentukan pemilihnya sendiri, itu tugas kami untuk menangkap pesan. Mas Agus menyampaikan sudah move on, berarti itu perintah kepada pendukungnya untuk move on. Kalau nggak salah, 10 banding 1 yang menginginkan hadirnya kepemimpinan yang baru, kami akan ajak mereka," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Partai Demokrat akhirnya menentukan sikap partai di Pilgub DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Demokrat akan bersikap nonblok alias tidak memihak kepada salah satu pasangan calon, baik Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi.

"Selama ini kita tahu tetap harus memilih tapi dipersilakan ke masing-masing. Kami netral, dalam istilah Pak SBY itu nonblok. Tak memihak ke nomor 2 atau 3," ucap Roy Suryo di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (15/3).

Sikap Demokrat yang membebaskan pilihan kepada setiap kader, disebut Roy, menunjukkan partai sangat menghargai hak konstitusi anggota partai. Demokrat pun mengaku sudah tak memiliki kepentingan dalam Pilgub Jakarta 2017.

"Kader bebas, fatsunnya karena partai tak mengarahkan ke mana pun itu tidak salah. Artinya, Demokrat sangat menjunjung tinggi dan menghormati hak demokrasi setiap kadernya. Nggak ada (kepentingan), kami berterima kasih atas dukungannya selama ini," katanya. (fdu/imk)


Berita Terkait