PPNS Kemenhub Kumpul di Banyuwangi Bahas Keselamatan Penerbangan

PPNS Kemenhub Kumpul di Banyuwangi Bahas Keselamatan Penerbangan

Putri Akmal - detikNews
Kamis, 16 Mar 2017 18:48 WIB
PPNS Kemenhub Kumpul di Banyuwangi Bahas Keselamatan Penerbangan
Foto: Putri Akmal-detikcom
Banyuwangi - Sebanyak 100 penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) penerbangan berkumpul di Banyuwangi untuk membahas masalah keamanan dan keselamatan penerbangan.

Dalam acara yang juga diikuti jajaran operator bandara dan aparat keamanan itu dibahas berbagai kasus tindak pidana penerbangan. Di antaranya isu keamanan kawasan bandara dan protap kerja dalam menangani kasus keamanan dan keselamatan penerbangan.

Kepala Sub Direktorat PPNS dan Personel Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Israfulhayat, mengatakan, masalah keamanan penerbangan menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan pemerintah. Karena perlu dilakukan konsolidasi terkait pencegahan dan penanganan tindak pidana penerbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di acara ini kami melakukan sharing berbagai kasus tindak pidana penerbangan, membicarakan protap kerja dalam menangani kasus dan menambah pengetahuan terkait keamanan dan keselamatan penerbangan," kata Israful pada acara seminar bertajuk "Optimalisasi Penegakan Hukum Guna Meningkatkan Keamanan dan Keselamatan Penerbangan" di Banyuwangi, Kamis (16/3/2017).

Banyuwangi dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena kabupaten paling ujung timur Jawa ini dinilai sangat berkontribusi terhadap dunia penerbangan nasional.

Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi sendiri dinilai sebagai bandara terbaik di Indonesia dalam hal safety and security (keamanan dan keselamatan).

Penilaian diberikan Kemenhub karena Bandara Blimbingsari meraih poin tertinggi dalam enam aspek pengamanan bandara, seperti pengamanan bandara, prosedur operasi standar yang diterapkan, hingga kualifikasi petugas bandara.

Penilaian itu muncul setelah dilakukan audit pada 185 unit penyelenggara bandar udara (UPBU) di bawah Kementerian Perhubungan se-Indonesia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang membuka acara menyampaikan, selain mengantisipasi tindak pidana penerbangan, pihak bandara juga harus mampu mewujudkan suasana yang nyaman bagi penumpang.

"Bandara menjadi poin penting bagi tiap daerah untuk melipat jarak dan karena bandara menjadi salah satu window bagi setiap orang yang datang ke suatu tempat. Akan memberikan kesan terutama bagi seseorang yang baru pertama kali datang ke sebuah tempat," kata Anas.

Karena itu Anas menyebut bandara harus berinovasi dengan menonjolkan kekhasan, seperti mengadopsi budaya lokal. Banyuwangi sudah memiliki bandara dengan terminal hijau pertama di Indonesia.

Selain dibangun dengan arsitektur khas Banyuwangi, bandara tersebut didesain ramah lingkungan, di antaranya dengan tidak menggunakan AC dan menerapkan pengaturan sirkulasi air yang optimal.

Penumpang di bandara Banywuangi tiap tahun melonjak. Pada tahun 2011, jumlah penumpang baru tercatat 7.826 orang per tahun, lalu melonjak hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada 2016.

(fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads