Pada audiensi Kamis (16/3/2017) siang, yang diikuti seluruh pemangku kepentingan, perwakilan manajemen Go-Jek Solo Raya memang hadir. Namun pihaknya tidak dapat memberikan keputusan apa pun dan harus berkoordinasi dengan manajemen pusat terlebih dahulu.
Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo menginginkan adanya pertemuan lanjutan pada pekan depan. Dalam audiensi pekan depan, Kapolres berharap Pemkot Surakarta maupun manajemen Go-Jek menyiapkan materi yang akan didiskusikan lebih mendalam, di antaranya tentang kajian batas-batas pengoperasian angkutan konvensional maupun online.
Dirlantas Polda Jateng Kombes Bakharuddin Muhammad Syah, yang hadir dalam acara tersebut, meminta kedua pihak mematuhi arahan Wali Kota bahwa untuk sementara Go-Jek hanya melayani Go-Food, sambil menunggu regulasi yang jelas.
"Seluruh sopir angkutan juga mematuhi aturan berkendara. Spion harus sesuai, surat-surat, SIM harus hidup, tidak ada yang pakai knalpot racing. Dengan begitu, semua masyarakat terlayani dengan baik," tutupnya.
Seperti diberitakan, konflik terbuka Go-Jek dengan pengemudi angkutan umum terjadi di Solo, Rabu (15/3) kemarin. Bentrokan terjadi di dua titik, yakni di depan Balai Kota dan dekat Stasiun Purwosari. (mcs/mcs)











































