Ridwan Kamil Cerita Niat Maju Pilgub Jabar ke Mahasiswa Cirebon

Ridwan Kamil Cerita Niat Maju Pilgub Jabar ke Mahasiswa Cirebon

Tri Ispranoto - detikNews
Kamis, 16 Mar 2017 13:54 WIB
Ridwan Kamil Cerita Niat Maju Pilgub Jabar ke Mahasiswa Cirebon
Ridwan Kamil beri kuliah umum di Cirebon / Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Cirebon - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, berbagi cerita mengenai pembangunan Kota Bandung saat memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati. Di sela-sela pemaparan, Ridwan Kamil menceritakan niatnya untuk Pilgub Jabar 2018.

Dalam pembukaan kuliah umum bertema 'Sistem Tata Kelola Pemerintah Daerah' di Universitas Swadaya Gunung Jati, Kota Cirebon, Kamis (16/3/2017), pria yang akrab disapa Kang Emil itu pun sempat menuturkan tiga pilihan karirnya setelah menjabat Wali Kota Bandung. Pasalnya tahun depan masa kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Kota Bandung periode 2013-2018 sudah habis.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun depan masa kepemimpinan saya selesai. Pilihannya bisa melanjutkan ke periode kedua (Wali Kota Bandung), balik lagi jadi arsitek, atau kalau dapat dukungan dari warga Cirebon untuk menjadi Gubernur (Jabar)," ucapnya.

Emil yang beberapa waktu lalu menjadi Duta Yayasan Bung Karno itu pun mengatakan, visi pembangunan di era saat ini bukan lagi menuju negara yang merdeka namun memperjuangkan sebagai banga pemenang di 100 tahun kemerdekaan atau tahun 2045 mendatang.

Sebagai arsitek, Emil pun mengaku membangun Kota Bandung dengan menggunakan metode imajinasi dan ilmiah dalam kepemimpinannya. Bahkan saat dia masih berkampanye sebagai wali kota pun metode tersebut diterapkannya melalui media sosial.

"Saat saya kampanye di Bandung menggunakan medsos ada nenek-nenek yang tinggal di Gunung. Dia tidak tahu saya tapi dia dia ditelepon oleh anaknya yang tinggal di Jakarta untuk coblos saya," katanya.

Dosen aktif di ITB itu pun membeberkan pola pendidikan yang diterapkan pun cukup berbeda dengan kurikulum nasional. Sekolah di Kota Bandung dia 'susupi' dengan kurikulum yang menggunakan basis agama, bela negara, budaya, dan cinta lingkungan.

Salah satu contohnya adalah penerapan magrib mengaji dan solah dhuha sebelum sekolah, wali kota menjadi inspektur upacara, program rebo nyunda, dan gerakan pungut sampah. Dia megklaim hal tersebut hingga kini masih berjalan di Kota Bandung.

"Tahun ini adalah tahun kebudayaan Bandung. Makanya anggaran pariwisata sya kurangi dan dialihkan ke budaya. Karena pariwisata Bandung sekarang sudah juara. Ada enam juta wisatawan pertahun ke Bandung," tuturnya.

Lebih lanjut pria berkacamata itu juga menceritakan mengenai konsep kolaborasi Kota Bandung yang mendunia. Bahkan di berbagai forum di luar negeri dirinya kerap diminta berbicara mengenai konsep kolaborasi. "Orang luar itu bertanya kok orang Indonesia senang dan gampang untuk kerja bakti atau gotong royong," beber Emil.

Di akhir acara Emil pun kembali melontarkan niatan pencalonannya sebagai Gubernur Jabar di hadapan para mahasiwa. "Tahun depan adalah tahun politik. Saya menawarkan diri pengalaman di Bandung untuk mensejahterakan masyarakat Jabar," pungkas suami Atalia Praratya itu. (imk/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads