Upacara pelepasan akan digelar di Ponpes Al-Hikam, Kota Malang, sebelum jenazah diberangkatkan menuju Depok, Jawa Barat, untuk dimakamkan, Kamis (16/3/2017) siang.
Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Budi Eko Mulyono mengatakan upacara pelepasan digelar sebagai penghormatan terakhir sebelum jenazah dibawa ke Depok via Bandara Abdulrachman Saleh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: M Aminudin/detikcom |
Nantinya, lanjut Danrem, bersamaan dengan dibawanya jenazah ke Jakarta, ada 45 anggota keluarga dan kerabat yang ikut serta, dan 25 santri yang akan mengikuti pemakaman di Depok, Jawa Barat.
"Nanti tiba di Halim ada upacara penyambutan oleh Bapak Wakil Presiden," ujar Danrem.
Profesor Kaswi Saiban, salah satu pengurus Ponpes Al-Hikam, mengatakan jenazah akan diberangkatkan ke Jakarta menggunakan pesawat milik Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Pakai pesawat Bapak Wapres," katanya terpisah.
Hingga kini salat jenazah masih digelar. Tampak KH Salahuddin Wahid, pengasuh Ponpes Tebu Ireng, menjadi imam bagi petakziah ataupun jemaah yang ingin menunaikan salat jenazah.
Foto: M Aminudin/detikcom |
Banyak orang merasa kehilangan atas meninggalnya Kiai Hasyim. Termasuk Wali Kota Malang Moch Anton, yang memandang KH Hasyim sebagai guru dan panutan umat.
"Banyak ilmu yang diberikan oleh beliau, kami merasa kehilangan sekali," kata Anton.
Di mata Anton, KH Hasyim adalah tokoh nasional dan guru yang sudah menularkan banyak ilmu. Setelah ini, semuanya harus tetap mengamalkan ilmu yang diberikan.
Foto: M Aminudin/detikcom |
"Beliau sudah menciptakan banyak santri, sekarang harus ada yang bisa memakmurkan Al-Hikam," tutur Anton.
KH Hasyim Muzadi, lanjut Anton, adalah sosok tokoh atau kiai yang patut diteladani. Sudah banyak petuah serta ilmu yang diberikan. "Patut diteladani, beliau adalah guru kami semua," ujar Anton. (fat/try)












































Foto: M Aminudin/detikcom
Foto: M Aminudin/detikcom
Foto: M Aminudin/detikcom