Dalam pertemuan, Retno menyampaikan beberapa masukan yang diterimanya dari pertemuan dengan TKI di perkebunan kelapa sawit Pelam dan industri alat medis Plexus Riverside.
"Selain menitipkan perlindungan bagi 80 ribuan WNI yang tinggal dan bekerja di Penang, Saya juga menyampaikan berbagai masukan yang saya serap dari pertemuan dengan para TKI dan WNI sehari sebelumnya," ujar Retno kepada detikcom usai pertemuan di Puri Seri Mutiara, Penang, Malaysia, Kamis (16/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Bahtiar Rifai-detikcom |
Tun Dato' Abdul Rahman sambung Menlu juga menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi TKI yang sangat penting bagi pembangunan di Malaysia khususnya di wilayah Penang.
Pekerja Indonesia diakui memiliki perilaku baik. Karena Tun Dato' Abdul Rahman menyesalkan perlakuan tidak baik yang dilakukan sejumlah majikan terhadap pekerja Indonesia.
Selain masalah perlindungan WNI, pertemuan juga membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemungkinan memperkuat kembali kerja sama segitiga pertumbuhan IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle).
Foto: Bahtiar Rifai-detikcom |
Dari Penang, rencananya Menlu akan bertolak ke Johor Bahru untuk melakukan kunjungan dalam rangka penguatan perlindungan WNI di sana.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, saat ini terdapat 80 ribu WNI yang tinggal dan bekerja di Penang. Sebagian besar bekerja di sektor konstruksi, industri manufaktur dan perkebunan kelapa sawit.
KJRI Penang sendiri per bulannya memberikan pelayanan penerbitan sekitar 1500 paspor, 700 pelayanan kekonsuleran. Selain itu termasuk bantuan penanganan sekitar 50 kasus TKI. (bri/fdn)












































Foto: Bahtiar Rifai-detikcom
Foto: Bahtiar Rifai-detikcom