"Pemprov tidak akan surut semangatnya untuk menurunkan spanduk yang provokatif dan berbau sara karena demi menjaga kententraman dan ketertiban," ujarnya di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (16/3/2017).
Selain upaya penurunan spanduk itu, Soni—sapaan akrab Sumarsono—menginginkan adanya pendekatan secara persuasif kepada tokoh masyarakat. Menurut dia, pendekatan itu mampu menjadi jembatan untuk saling memahami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soni pun menginginkan agar masyarakat bisa bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya menciptakan ketentraman di Jakarta. Dia tidak ingin masyarakat terprovokasi oleh spanduk-spanduk itu.
"Kita bisa memaklumi dan mengerti, tapi mereka juga harus mengerti bahwa kita memiliki tugas menjaga suasana Jakarta yang harus senantiasa aman, nyaman, dan damai, tidak terprovokasi oleh spanduk-spanduk yang memang kita nilai itu salah baik pemasangan maupun substansinya," ucapnya. (gla/erd)










































