"Tidak etis ketua KPK mengumbar informasi ada kasus korupsi yang lebih besar dibanding e-KTP yang tengah mereka selidiki, apalagi saat bersamaan KPK tengah menyelidiki keterlibatan puluhan politisi dan birokrat dalam kasus e-KTP. Harusnya tidak memecah fokus dengan mengumbar kasus lain," ujar Donal melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (15/3/2017) malam.
Donal mengatakan KPK didukung publik untuk mengusut tuntas kasus korupsi e-KTP. Alasannya, kasus tersebut juga mengancam kerahasiaan data kependudukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Ketua KPK: Ada Kasus yang Dugaan Kerugiannya Lebih Besar dari e-KTP)
Sebelumnya, Agus menyebut ada kasus baru yang ditangani KPK yang indikasi kerugian keuangan negaranya lebih besar dari kasus korupsi proyek e-KTP. Namun Agus menyebut kasus itu besar hanya dari segi indikasi kerugian keuangan negara, bukan dari aspek nama-nama yang tersangkut.
"Bukan (kasusnya) besar, duitnya yang besar. Ada yang kerugian indikasinya lebih besar, tapi kalau pelakunya tidak sebesar yang hari ini (e-KTP)," ucap Agus dalam sambutannya di acara diskusi panel di Auditorium Perbanas Institute, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017). (dkp/nkn)










































