"Hari raya Idul Fitri 2017 bertepatan dengan 25-26 Juni 2017. Tahun ini PT KAI menetapkan masa angkutan Lebaran 2017 selama 22 hari, yakni mulai tanggal 15 Juni 2017 (H-10) hingga 6 Juli 2017 (H+10). Puncak arus mudik diperkirakan pada Kamis, 22 Juni 2017 (H-3) dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 1 Juli 2017 (H+6)," papar Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, Kamis (16/3/2017).
Dengan sistem pemesanan tiket H-90 sebelum keberangkatan tersebut, PT KAI berharap dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan jauh hari sebelum keberangkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kelancaran perjalanan, PT KAI Daop 6 akan menambah setidaknya 6 rangkaian KA setiap hari selama arus mudik dan balik Lebaran. Keenam rangkaian itu adalah KA Argo Lawu Lebaran (rute Gambir-Solo dengan kapasitas 700 penumpang), KA Dwipangga Fakultatif (Gambir-Solo/700 penumpang), dan KA Taksaka Lebaran (Gambir-Yogyakarta/700 penumpang).
Selain itu, KA Taksaka Tambahan (Yogyakarta-Gambir/700 penumpang), KA Lodaya Tambahan (Bandung-Solo/964 penumpang), dan KA Sancaka Lebaran (Yogyakarta-Surabaya Gubeng/1.152 penumpang).
"Diingatkan pula, untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kenyamanan penumpang, mulai 31 Maret 2017 penumpang sedang hamil diperbolehkan naik KA jarak jauh di usia kehamilan 14 hingga 28 minggu. Di luar periode kehamilan itu, ibu hamil wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan usia kehamilan pada saat pemeriksaan, kandungan dan ibu dalam keadaan sehat dan tidak ada kelainan. Ibu hamil yang akan melakukan perjalanan jarak jauh dengan KA juga wajib didampingi minimal satu orang," kata Eko. (sip/mbr)











































