Harimau Terkam Bocah TK, Pakar: Jangan Eksploitasi Satwa Buas

Harimau Terkam Bocah TK, Pakar: Jangan Eksploitasi Satwa Buas

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 16 Mar 2017 05:00 WIB
Harimau Terkam Bocah TK, Pakar: Jangan Eksploitasi Satwa Buas
Anak TK diterkam harimau (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Putri (4) terluka di bagian dada dan punggung saat hendak berfoto dengan anak harimau benggala di Jatim Park II, Kota Batu, Malang. Hal tersebut dipicu kurangnya atensi pawang terhadap harimau sehingga kembali ke tingkah laku semula.

(Baca juga: Seorang Bocah TK Diterkam Harimau di Museum Satwa Jatim Park II)

"Kadang sang pawang tidak kontinu melakukan penguatan yang positif. Perilaku dalam proses belajar satwa ada penguatan behaviour. Biasanya kalau melakukan sesuatu, hewan dikasih hadiah, dia akan kuat perilaku itu. Kadang berfoto sudah kebiasaan, tapi ketika misalnya ada penguatan yang nggak berjalan, cenderung kembali ke tingkah laku awal. Kelas umur, sejarah harimau, juga penting dianalisis," ujar ahli tingkah laku hewan Fakultas Kehutanan IPB Ir Dones Rinaldi, MSc, saat dihubungi, Rabu (15/3/2017) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dones mengatakan satwa dapat terbiasa melakukan rutinitas, seperti berfoto dengan pengunjung, asalkan ada hadiah yang diberikan pawang terhadap satwa. Ia mengimbau agar satwa, termasuk harimau, seminimal mungkin diberi hukuman.

"Kalau berfoto dikasih hadiah, mungkin enjoy. Kalau hadiahnya berkurang itu dalam penguatan perilaku ada punishment and reward, punishment misal kalau melakukan itu harus dihukum, tapi dalam teori satwa hukuman harus sesedikit mungkin," terang Dones.

(Baca juga: Anak Harimau yang Menerkam Putri Jenis Benggala Umur 6 Bulan)

Dones mengimbau agar satwa buas tidak terlalu dieksploitasi. Faktor usia dan tempat lahir merupakan faktor lain yang mempengaruhi agresivitas hewan.

"Saya cenderung semua binatang buas jangan dieksploitasi. Makanya usia hewan penting, juga dia lahir di kebun binatang atau pernah di alam. Naluri hewan buas, kalau sudah timbul, sulit diperbaiki," tutupnya. (dkp/nkn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads