Hal tersebut dikemukakan menanggapi penyataan relawan pemenangan Ridwan Kamil pada Pilkada 2013, yakni RKBDG, yang menilai sebaiknya Emil melanjutkan kepemimpinan di Kota Bandung pada periode 2018-2023.
"Intinya mah mereka tetap mendukung apa pun keputusan saya. Jika keputusannya dua periode, mereka lebih suka. Tapi tolong wakilnya yang baru harus bisa mengimbangi. Tapi, jika ke Jawa Barat juga tetap mendukung. Tapi tolong, dicarikan pengganti wali kotanya yang kompetensinya sama. Tentunya saya ucapkan terima kasih, kan begitu. Karena saya kalau ikut gubernur pun kan ke Bandungnya selesai 5 tahun," ujar Emil kepada detikcom melalui telepon, Rabu (15/3/2017) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mimpi-mimpi yang belum sampai, kan ada dua tahun anggaran lagi yang belum dibelanjakan. Jadi tong hariwang (jangan khawatir). LRT kan ini sudah 90 persen. Masih ada 2017 proyek-proyek spekta yang akan hadir belum kelihatan. 2018 masih banyak. Reformasi birokrasi kurang ini kurang itu, ya saya pecut lagi dalam dua tahun. Jadi tong hariwang, saya akan menyelesaikan apa yang saya mimpikan," tegasnya.
Dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (15/3/2017) siang tadi, RKBDG menginginkan Ridwan Kamil tetap meneruskan perjuangannya di Kota Bandung.
"Dalam mengambil keputusan terbaik kelak, RKBDG menghormati sepenuhnya hak Kang Emil dalam menentukan sikap. Namun RKBDG menilai sebaiknya Kang Emil melanjutkan kepemimpinan di Kota Bandung periode 2018-2023," ujar salah satu perwakilan komunitas, Arfi Rafnialdi.
Bukan tanpa alasan RKBDG menginginkan Emil melanjutkan kepemimpinannya di Kota Bandung. Relawan menilai pembangunan di Kota Bandung perlu berkesinambungan untuk mewujudkan mimpi Bandung Juara. (avi/nkn)











































