"Kios ada 199. Kemudian lapak ada 520, itu yang di selasar. Lapak terdiri atas 19 kelompok. Kemudian yang tidak tercatat cukup banyak. Itu petani langsung bawa dagangan. Kami dapat komplain dari yang resmi," ujar Kepala UPT Pasar Rawa Belong Mardalena di kantornya, Jalan Sulaiman, Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (15/3/2017).
Pihak UPT akan merencanakan pembangunan pada 2018. Pekerjaan akan selesai pada tahun 2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya pembangunan tersebut, diharapkan Pasar Rawa Belong bisa diisi oleh lebih banyak lagi pedagang. Fasilitas penunjang pun akan semakin baik.
"Dengan begitu, kapasitas akan bertambah dua kali lipat. Nanti ada loading (tempat bongkar-muat), ruang parkir cukup luas, dan ada fasilitas pendukung," urai Mardalena.
Mardalena (Arief Ikhsanudin/detikcom) |
"Bunga sedap malam, empat sampai enam truk ngantre saat Imlek dan Lebaran," ucap kepala UPT yang menjabat sejak 2015 itu.
Diharapkan, setelah direnovasi nanti, Pasar Rawa Belong bukan hanya menjadi pasar, tapi juga tempat pariwisata.
"Kalau bicara bunga, pasti bilang Rawa Belong. Saat ini komoditas yang didagangkan bukan hanya bunga potong dan tanaman hias, tetapi juga daun potong, bunga kering, bunga trotoar, melati kuntum dan ronce, sarana penunjang rangkaian bunga dan dekorasi," tutur Mardalena. (aik/rna)












































Mardalena (Arief Ikhsanudin/detikcom)