Masing-masing pihak sebelumnya telah beraudiensi dengan kepolisian maupun pemkot. Perwakilan Go-Jek melakukan audiensi di Mapolresta Surakarta. Sedangkan sopir taksi, becak, dan ojek pangkalan melakukan audiensi di Pendapi Gede Balai Kota Surakarta.
Kedua pihak kemudian diminta datang ke kantin Balai Kota untuk dimediasi. Dari kepolisian, hadir Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo dan Wakapolresta Surakarta AKBP Andi Rifai. Sedangkan dari Pemkot hadir Kabid Angkutan Taufiq Muhammad dan Kepala Satpol PP Sutardjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua pihak diminta bersabar menunggu solusi dari pemerintah. Mediasi diakhiri dengan bersalaman, lalu makan siang bersama.
"Kita sepakat damai. Tapi untuk batas-batas sampai mana, kita tunggu Pak Wali. Go-Jek tetap akan beroperasi," kata perwakilan Go-Jek, Eko Yulianto.
Sebelumnya, bentrokan terjadi hingga dua kali. Berawal dari dugaan pengusiran oleh sopir taksi kepada sopir Go-Jek di kawasan Stasiun Purwosari. "Ada lima orang driver Go-Jek yang sedang makan di Purwosari. Tiba-tiba ada orang bawa pentungan. Kita lari, ada motor yang tertinggal dirusak," kata Nanang, pengemudi Go-Jek.
Sementara itu, sopir taksi R Tomi mengaku rekan-rekannya tidak mengusir sopir Go-Jek saat di kawasan Stasiun Purwosari. Dia juga menampik adanya perusakan terhadap motor pengemudi Go-Jek. "Kita hanya ingin bertanya, apakah mangkal di Purwosari itu ada izinnya," ujar Tomi.
Bentrokan kedua terjadi di Jl Jenderal Sudirman, depan Balai Kota Surakarta. Para sopir taksi, becak, dan ojek pangkalan saat itu sedang berunjuk rasa menolak Go-Jek di halaman Balai Kota. Pada saat bersamaan, puluhan sopir Go-Jek berkendara melewati Balai Kota.
Para demonstran lalu berhamburan ke jalan menghentikan pengendara Go-Jek. Kedua belah pihak berusaha saling menyerang. Bentrokan pun berlangsung beberapa saat.
Petugas kepolisian, Satpol PP, dan petugas satpam kemudian melerai keduanya. Puluhan Go-Jek yang berkonvoi diminta menjauh dari lokasi. Sedangkan sopir transportasi konvensional diminta masuk ke Balai Kota. Gerbang Balai Kota ditutup karena bentrokan tersebut. (sip/mbr)











































