DetikNews
Rabu 15 Maret 2017, 20:24 WIB

Pemprov Sumsel Bahas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik

Raja Adil Siregar - detikNews
Pemprov Sumsel Bahas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan persiapan menjelang pelaksanaan Asian Games 2018. Salah satunya adalah mengatur strategi dalam pengelolaan sampah.

Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanganan Sampah dan Bahan Berbahaya Beracun (B3) yang digelar di Hotel Aryaduta, Palembang, Rabu (15/3/2017). Rakornas ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki dan Wali Kota Palembang Harnojoyo.

Hadir pula Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (B3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tuti Hendrawati Mintarsih serta pengurus asosiasi pengelola sampah se-Sumatera Selatan.

Wagub Ishak mengatakan produk sampah yang dihasilkan di Kota Palembang setiap harinya sangat besar. Karena itu, perlu adanya manajemen tentang sampah.

"Kota Palembang adalah kota besar dan akan menjadi tuan rumah Asian Games selain Jakarta, sehingga sangat diperlukan upaya dalam penanganan sampah yang serius," katanya.

Menurut Ishak, pemerintah juga punya peran untuk mendatangkan investor dalam mengelola sampah. Nantinya para investor tersebut bisa mengolah sampah untuk dijadikan bahan dasar pembangkit listrik dan sebagainya.

"Peluang ini harus dimanfaatkan. Karena sampah sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik. Tinggal bagaimana cara mendatangkan investor itu, bagaimana caranya mengelola sampah, jangan sampai sampah menjadi tidak berguna," imbuhnya.

Ishak mengapresiasi upaya Wali Kota Harnojoyo yang telah membangun budaya gotong-royong di masyarakat. Menurut Ishak, gotong-royong mampu meminimalkan penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

"Bayangkan kalau kita pakai dana APBD untuk normalisasi sungai-sungai, itu sudah berapa biayanya. Tapi ini dengan bergotong-royong yang digagas Pak Wali (Harnojoyo) bisa bersih semua sungainya, jadi tinggal kita (Pemprov) mendukung bagaimana sampah ini ke depan dapat didaur ulang," pungkas Ishak.

Di tempat yang sama, Wali Kota Harnojoyo berharap masyarakat dapat bersama-sama ikut serta dalam menjaga kebersihan dan menjaga kota yang dikenal dengan makanan khas pempek tersebut. Termasuk dengan menyediakan 58 bank sampah yang dikelola oleh swasta dan pemkot.

"Kalau tidak ikut dalam kegiatan pengelolaan sampah, minimal jangan mengotori dan membuat sampah,"ujar Harnojoyo.

Pemkot Palembang mengklaim dapat menghemat anggaran sekitar Rp 250 juta setiap kali kegiatan gotong-royong pada Minggu pagi. Gotong-royong dilakukan bersama masyarakat untuk membersihkan aliran dan anak sungai yang ada di Kota Palembang. Baca berita lainnya di Sumatera Selatan.
(ega/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed