Hadiri Silaturahmi Relawan Jokowi-JK, Anies Bicara soal Persatuan

Pilgub DKI Putaran Kedua

Hadiri Silaturahmi Relawan Jokowi-JK, Anies Bicara soal Persatuan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 15 Mar 2017 18:34 WIB
Hadiri Silaturahmi Relawan Jokowi-JK, Anies Bicara soal Persatuan
Anies dalam silaturahmi relawan Jokowi-JK. (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri silaturahmi relawan Jokowi-JK pada Pilpres 2014 di Taman Sari, Jakarta Barat. Persatuan dan ketimpangan yang tinggi di Ibu Kota menjadi orasi politiknya.

Anies hadir menyapa warga di Jalan Mangga Besar 4 RT 05 RW 02, Taman Sari, Jakarta Barat. Acara yang dikunjungi Anies bertema 'Silaturahmi dan Urun Rembuk Relawan Jokowi-JK Tahun 2014 untuk Anies-Sandi'.

"Tugas kita sekarang adalah memastikan Jakarta jadi contoh, jadi contoh, dan kalau kita berbicara tentang persatuan, jangan lupa yang dititipkan persatuan. Yang ada di Jakarta hari ini kesatuan, tapi belum persatuan," ujar Anies kepada warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anies di silaturahmi relawan Jokowi-JK / Anies dalam silaturahmi relawan Jokowi-JK. (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)


Anies mengatakan warga yang menjadi satu di beberapa tempat harus membangun persatuan. Persatuan diwujudkan dengan menghilangkan pembatas antarwarga.

"Kita bereskan sekat-sekat yang menjadi pembatas. Mulai sekarang, kita bereskan kotak-kotak yang membuat kita merasa memiliki sekat. Sekatnya apa, ada banyak sekat. Yang paling terlihat dan paling nyata, kita semua pernah bekerja dalam urusan penanganan kemiskinan," sebutnya.

Anies kemudian mengisahkan pengalamannya mengirim tenaga pengajar ke berbagai pelosok Indonesia melalui program Indonesia Mengajar. Setelah membandingkannya dengan kemiskinan yang ada di Jakarta, kemiskinan di Jakarta jauh lebih timpang dengan yang ada di pelosok Indonesia.

"Saya berjalan di tempat-tempat di Jakarta. Yang saya temukan kemiskinan di sana (pelosok Indonesia) belum apa-apanya dengan kemiskinan yang ada di Jakarta. Kemiskinan di Jakarta, di pusat perekonomian, adalah kemiskinan yang ekstrem, ketimpangan yang ekstrem. Karena itu tanggung jawab kita adalah membereskan ketimpangan di Jakarta," tegasnya. (nvl/imk)


Berita Terkait