Hal pertama yang dititipkan oleh Megawati adalah soal waktu untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Megawati meminta kepada relawan agar tidak datang siang ke TPS.
"Saya minta, tolong, jangan datang siang waktu nyoblos, pagi. (Setelah itu) duduk saja. Siapa yang belum ada C6, tanya saja. Kemarin banyak yang belum dapet," ujar Megawati di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua, setelah penghitungan (suara) difoto saja. Pakai (kemeja) kotak-kotak boleh. Yang penting itu di tempat nyoblos-nya, jangan ada yang ragu lagi. Bismillah, deh. Alasannya kan sudah saya terangkan. Direkam lebih bagus," ujar Megawati.
"Kalau ada saksi yang kelihatan malas, tegur saja. Biasanya yang seperti itu karena takut," lanjutnya.
Sedangkan pesan ketiga, Megawati mengingatkan kepada para relawan untuk membawa camilan atau makanan sebagai bekal menunggu penghitungan suara. Hal tersebut penting untuk menghindari kecurangan saat proses penghitungan.
"Saya dulu selalu siapkan termos dan bawa makanan. Makanya di tempat saya nyoblos selalu menang. Ibu-ibu juga mesti begitu," tuturnya.
Megawati yakin calon yang partainya usung, Ahok-Djarot, bisa memenangi Pilgub DKI 2017 bila tidak ada kecurangan. Sebab itu, dia minta semua relawan mengawasi setiap proses di TPS.
"Saya minta kepada Ibu-ibu, tadi Ahok bilang, 'Kita mesti terus yakin asalkan jangan dicurangi, Bu'," ungkapnya.
Megawati juga menyoroti banyaknya laporan warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih dalam Pilgub DKI 2017. Ia bahkan sudah menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
"Saya dapat banyak aduan (dari warga soal hak suara). Saya sampai marah ke Mendagri (Tjahjo Kumolo) tapi saat itu saya bicara sebagai teman," ujar Megawati.
"Saya bilang, 'Kamu bagaimana sih, kok bisa kurang (surat suara), itu kan hak pilih. Kamu nggak ngasih hak pilih ke warga negara Indonesia, lo'," lanjutnya. (bis/imk)











































