Darurat Pedofil, Sandiaga: Akar Masalah Pendidikan dan Pekerjaan

Darurat Pedofil, Sandiaga: Akar Masalah Pendidikan dan Pekerjaan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 15 Mar 2017 17:34 WIB
Darurat Pedofil, Sandiaga: Akar Masalah Pendidikan dan Pekerjaan
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Polda Metro Jaya baru saja membongkar jaringan pornografi anak melalui grup Facebook yang melibatkan sindikat pedofil internasional. Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan jaringan pedofil itu erat kaitannya dengan narkoba dan kejahatan internasional lainnya.

"Ini memang sudah lama disinyalir bahwa Jakarta menjadi transit sebuah jejaring pedofil internasional dan ini ada hubungannya dengan narkoba. Ini ada hubungannya juga dengan kegiatan-kegiatan yang kita bisa pantau. Merupakan suatu rangkaian daripada kegiatan kejahatan internasional," ujar Sandiaga di Jalan Batu Tumbuh RT 04 RW 06 No 6, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (15/3/2017).

Cawagub nomor urut 3 itu akan melakukan pencegahan, salah satunya dengan meningkatkan pendidikan dan lapangan kerja. Akar permasalahan dari kejahatan tersebut masih ada hubungannya dengan akhlak dan budi pekerti masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, kami akan tegas untuk menangkal kegiatan-kegiatan berkaitan dengan kekerasan pada anak. Akar permasalahannya itu kembali lagi pada pendidikan dan lapangan kerja," sebut Sandiaga.

"Kita ingin dengan program pendidikan yang bagus, program pendidikan yang terus menyasar. Kita akan mendapatkan generasi muda generasi yang ber-akhlakul karimah. Dengan ber-akhlakul karimah, dengan iman dan takwa yang bagus, nilai-nilai luhur itu akan terbangun sendiri," sambungnya.

Sandiaga juga yakin lapangan kerja juga menjadi akar masalah dari kejahatan tersebut. "Lapangan kerja yang terbentuk, penghasilan akan meningkat, dan akhirnya iming-iming terhadap kegiatan yang sangat sangat tercela tersebut bisa kita hindari. Dan itu yang menjadi fokus kita ke depan," pungkas Sandiaga.

Sebelumnya, Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar jaringan pornografi anak melalui grup Facebook yang terhubung dengan sindikat internasional dari sembilan negara.

Grup dengan nama Official Loly Candy's Group 18+ ini berdiri sejak September 2016. Grup tersebut beranggotakan 7.497 orang. Anggota mereka bukan hanya WNI, tetapi juga warga negara asing yang memiliki orientasi seksual yang sama.

Grup Facebook tersebut dioperasikan oleh empat pelaku. Para pelaku adalah pemilik akun Facebook Snorlax yakni tersangka Wawan (25), tersangka Illu Naya (27) dengan akun Facebook Alicexandria, tersangka SDW (16) dengan akun Facebook Siha Dwiti, dan DF (17) dengan akun Facebook T-Day. Keempatnya sudah ditangkap Polda Metro Jaya. (nvl/ams)


Berita Terkait