Kebetulan Iwan adalah anggota organisasi Pospera Tambora. "Iwan, yang akrab dipanggil Iwan Batak, adalah Ketua Ranting Pospera Kelurahan Kali Anyar, Tambora. Pengeroyokan merupakan buah dari tersebarnya kebencian SARA, akibat maraknya spanduk provokasi dan penyebar kebencian di Jakarta," kata Karponen kepada wartawan di Jalan Dr Susilo Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (15/3/2017).
Pospera memaparkan kejadian yang menimpa Iwan pada Senin (13/3) di Kali Anyar, Tambora, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat bertemu dengan beberapa teman, Iwan meneriakkan sebuah kata sebagai salam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, rumah Iwan didatangi dua kali oleh sekelompok orang. Pertama dipimpin oleh Zaenal, kedua dipimpin oleh ID (anak Zaenal).
"Mereka datang bersama beberapa orang mencari Iwan, dan memaki istri Iwan yang ada di rumah. Iwan sendiri sedang tidak ada di rumahnya. Kemudian Iwan, yang mendengar kabar ada yang menyatroni rumahnya, buru-buru pulang," ujar Iwan Supriadi.
Iwan, yang dalam perjalanan pulang, bertemu dengan rombongan orang yang mencarinya. Akhirnya di sana Iwan dikeroyok dan dianiaya.
"Tiba-tiba korban bertemu Ibu Zaenab dan rombongannya. Pertama, Ibu Zaenab mendorong korban sampai terjatuh. Kemudian ada orang yang memukul korban dengan kayu. Akibatnya, korban dilarikan ke rumah sakit," ujar Iwan Supriadi.
Setelah itu, istri korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Barat pada Selasa (14/3), sekitar pukul 02.00 WIB.
"Ternyata satu pelaku (RP) sudah diamankan oleh Polsek Tambora," ujar Iwan Supriadi. (aik/erd)











































