Tamu Warung Remang-remang Jatinegara Diseruduk KA, 6 Tewas

Tamu Warung Remang-remang Jatinegara Diseruduk KA, 6 Tewas

- detikNews
Selasa, 19 Apr 2005 11:01 WIB
Jakarta - Maksud hati melepas penat di warung remang-remang di pinggir rel, apa daya malah diseruduk kereta api (KA). Akibatnya, 6 orang tewas seketika. Sembilan lainnya luka berat.Kisah mengenaskan ini terjadi di pinggir rel KA di Kampung Gunung Gantang, antara Stasiun KA Jatinegara (Jakarta Selatan) dengan Stasiun KA Manggarai (Jakarta Pusat). Kala itu jam menunjukkan pukul 02.48 WIB, Selasa (19/4/2005). Kawasan itu selalu ramai tiap hari mulai gelap. Warung remang-remang berdiri mendadak menyuguhkan hiburan kelas bawah. Ada yang jualan minuman, makanan, hingga transaksi seksual. Pada saat bersamaan, tengah meluncur KA Eksekutif Argo Muria yang bergerak dari Semarang menuju Stasiun KA Gambir di Jakarta Pusat. Nah, saat KA melintas di Kampung Gunung, banyak orang tengah asyik menikmati hiburan malam dengan menyetel musik hingar bingar di pinggir rel. Acara hiburan macam ini rutin digelar pukul 20.00 WIB hingga subuh. Apalagi banyak yang tengah teler.Apesnya, suara musik dangdut itu terlalu keras hingga memekakkan telinga. Kereta yang lewat pun tidak terdengar oleh massa yang tengah berjoget ria. Masinis kaget karena banyak orang tetap berdiri di pinggir rel KA, meski dibel berulang kali massa tak juga minggir. Padahal mengerem KA secara mendadak bukan perkara mudah. Akhirnya...brakk!!! Moncong KA pun menghantam kerumuman rakyat kecil itu. Enam nyawa melayang seketika. Hiburan malam yang meriah berubah menjadi teriakan ngeri dan ketakutan tiada tara."Nama-nama korban saya belum tahu. Tapi tadi data terakhir dari RSCM 6 orang meninggal dan 9 luka berat," kata Kahumas PT KA Daops I Sujadi pada detikcom.Menurut Sujadi, KA memang biasanya lewat jalur kanan. Tapi pada malam kejadian, KA lewat jalur kiri. Nah, orang-orang yang sudah hapal perjalanan KA saat itu tengah berkumpul di rel jalur kiri."Kalau normal, KA dari Jatinegara memang lewat jalur kanan. Tapi tadi malam lewat jalir kiri karena sedang ada perawatan jalan," kata Sujadi. Perawatan dilakukan malam hari karena siang hari tak mungkin, sebab banyak KA beroperasi. "Kalau malam hari KA sedikit yang lewat," katanya.Saat kejadian, KA tidak berjalan ngebut. Lajunya 30-40 km/jam. "Tapi KA kan punya kelemahan, tidak bisa mengerem mendadak," kata Sujadi. (nrl/)


Berita Terkait