"Gak ada orang mau Munaslub, gak ada. Saya nanya kalau mau Munaslub harus ada calonnya, calonnya kagak ada!" ujar Kahar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3/2017).
Menurut Kahar, dua hal antara proses hukum dan isu Munaslub harus dipisahkan. Kahar bisa memastikan Munaslub hanyalah sebuah isu belaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kahar pun sudah berbicara langsung dengan orang yang disebutnya menghembuskan isu Munaslub. Kahar menyebut orang tersebut gugup saat berbicara dengannya sehingga dapat dipastikan Munaslub tidak benar.
"Kan gak ada, saya udah tahu persis katanya mau Munaslub. Tidak ada, orangnya sudah saya cek. Kalau yang bilang gitu orang yang bikin rumor, tidak ada yang mau Munaslub kok, saya sudah nanya kemarin, 'bapak ngomong Munaslub dari siapa', dia jawabnya malah gugup-gugup, gak usah saya sebutkan," ceritanya.
Menurut Kahar, dalam dunia perpolitikan, adalah hal wajar jika ada pihak yang ingin mencari kepentingan saat sebuah partai sedang dilanda isu hebat. Berkali-kali Kahar memastikan kepada wartawan bahwa Munaslub cuma rumor.
"Udahlah, ini lembaga politik, biasa kalo ada masalah orang mau mengambil benefit politik. Saya sudah bilang sebagai Ketua DPP saya cek, tidak ada, kan kita baru saja ketemu 24 DPD. Emang gak ada yang mau Munaslub. Kalau mau maju Munaslub sendiri, ya silakan saja," pungkasnya. (gbr/imk)











































