"Semua kapal juga lewat situ, tapi dia (MV Caledonian Sky) terlalu ke pinggir," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat, Yusdi Lamatenggo, kepada detikcom via telepon, Rabu (15/4/2017).
Kejadian terumbu karang diterjang kapal semacam itu baru kali ini terjadi usai Raja Ampat berdiri sejak 2003. Yusdi menilai kapten kapal itu telah lena.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan kapal MV Caledonian Sky itu tak terlalu sering ke Raja Ampat, sekitar setahun dua kali saja. Kapal-kapal lain yang melalui kawasan tersebut juga selama ini tak merusak terumbu karang, karena mereka berada di titik yang cukup dalam.
"Kapal-kapal lain aman-aman saja karena mereka tahu yang mereka lalui tidak dangkal. Yang kena kemarin itu kapalnya sudah ke dekat pantai, harusnya sih jangan ke situ namun lebih ke tengah saja," kata dia.
Peristiwa itu terjadi pada 4 Maret lalu. Kapal berbendera Bahama itu dipimpin Kapten Keith Michael Taylor. Kapal itu membawa 102 turis dan 79 Anak Buah Kapal. Usai itu, MV Caledonian Sky pergi ke Filipina. Kerusakan yang ditimbulkannya di Raja Ampat seluas sepertiga lapangan sepakbola.
Kepala SAR Sorong, Budi Prasetyo, menjelaskan kawasan yang dirusak MV Caledonian Sky bukanlah kawasan yang boleh dilayari. Kedalaman laut saat itu hanya 2 meter.
(dnu/fjp)










































